Rabu, 07 Agustus 2019

Kelompok sosial di Masyarakat

Pertemuan ke 3                                                                                                                                           KD 3-2 -4.2
Jumlah Pertemuan 3 X 3 JP
Materi :  Kelompok Sosial  di Masyarakat
Kls  XI  kls XI ips 2


                       Karakteristik khusus  atau Partikularisme danEksklusivisme Kelompok
Eksklusivisme adalah paham yang mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat. Ciri-ciri orang yang menganut eksklusivisme, yaitu mengutamakan kepentingan pribadi dan memiliki kecenderungan untuk memisahkan diri dengan sikap khusus yang disepakati dalam kelompok.
Eksklusivisme dapat memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif eksklusivisme, yaitu masyarakat dapat tetap mempertahankan kebudayaan kelompoknya karena menganggap kelompoknya yang paling baik dan wajib dipertahankan, mampu membedakan dirinya dengan orang lain, serta tidak mudah terbawa oleh kelompok lain sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan dari eksklusivisme, yaitu membuat seseorang menganggap kepentingan kelompok sendiri menjadi satu-satunya hal yang penting, tertutup pada pengaruh budaya lain sehingga sangat sulit melakukan berbagai perubahan yang bersifat progresif, serta dapat memecah belah persatuan.
Eksklusivisme adalah paham yang mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat. 
Ciri-ciri orang yang menganut eksklusivisme, yaitu mengutamakan kepentingan pribadi dan memiliki kecenderungan untuk memisahkan diri dengan sikap khusus yang disepakati dalam kelompok.
Eksklusivisme dapat memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif eksklusivisme, yaitu masyarakat dapat tetap mempertahankan kebudayaan kelompoknya karena menganggap kelompoknya yang paling baik dan wajib dipertahankan, mampu membedakan dirinya dengan orang lain, serta tidak mudah terbawa oleh kelompok lain sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan dari eksklusivisme, yaitu membuat seseorang menganggap kepentingan kelompok sendiri menjadi satu-satunya hal yang penting, tertutup pada pengaruh budaya lain sehingga sangat sulit melakukan berbagai perubahan yang bersifat progresif, serta dapat memecah belah persatuan.
Beberapa contoh kasus masyarakat yang menganut konsep eksklusif dan biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari dimana terdapat satu kelompok yang terdiri dari orang-orang yang hanya mau berteman dengan orang yang dianggap kaya, keren, atau orang yang memiliki status sosial yang tinggi.
Faktor-faktor yang menyebabkan eksklusivisme adalah faktor kecemburuan sosial, perbedaan status dan peran sosial, merasa kelompok sendiri adalah kelompok yang paling baik.
Cara untuk mengurangi eksklusivisme ialah mencoba berbaur dengan sesama yang memiliki perbedaan dengan kita, tidak menyepelekan orang lain dan tidak menganggap kelompok sendiri yang paling baik dan benar. Contoh sikap eksklusivisme: Suatu budaya terpencil memisahkan diri dari masyarakat karena mereka tidak mau budaya mereka terpengaruh dengan budaya yang sedang berkembang sehingga mereka lebih memilih untuk memisahkan diri dari masyarakat agar budaya mereka yang mereka percayai tidak berubah atau tidak terpengaruh dengan budaya yang baru karena mereka sudah menganggap peraturan dari budaya mereka sudah baik dan harus dilaksanakan. Dengan alasan demikianlah mereka memisahkan diri masyarakat.
                                  Pola Hubungan Antar kelompok

Suatu kelompok sosial, tentunya akan berhubungan dengan kelompok sosial lainnya. Dalam hubungan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya itu, terdapat pola-pola tertentu yang khas. Pola-pola tersebut disebut sebagai pola hubungan antarkelompok. Berikut adalah penjelasan mengenai pola hubungan antar kelompok.

       Pola Hubungan Antarkelompok

A.Banton 
Menurut Banton, terdapat berbagai kemungkinan pola hubungan antarkelompok ras. Pola-pola tersebut adalah akulturasi, dominasi, paternalisme, pluralisme, dan integrasi. Berikut adalah penjelasan mengenai pola-pola tersebut.
1.Akulturasi
Akulturasi dapat terjadi ketika dua kebudayaan kelompok ras yang berbeda bertemu dan mulai berbaur dan berpadu. Akulturasi akan membentuk suatu kebudayaan baru tanpa menghilangkan ciri-ciri kepribadian kebudayaan masing-masing. Akulturasi tidak hanya terjadi pada masyarakat yang mempunyai posisi yang sama, namun juga pada masyarakat yang posisinya berbeda. Dalam proses akulturasi terjadi pula dekulturasi, contohnya : Hilangnya kebudayaan asli daerah akibat interkasi paksa oleh pemerintah kolonial Belanda.

2.Dominasi
Dominasi akan terjadi apabila suatu kelompok ras menguasai kelompok ras lainnya. Contohnya, bangsa Belanda yang datang ke Indonesia untuk memperoleh sumber daya alam dan kemudian dilanjutkan dengan dominasi bangsa Belanda atas penduduk asli indonesia.

Menurut Kornblum, dalam kaitannya dengan dominasi, terdapat 4 macam kemungkinan proses yang dapat terjadi dalam suatu hubungan antarkelompok, yaitu :

1    Genosida : Adalah pembunuhan berencana yang disengaja dan telah tersusun secara sistematis terhadap suatu kelompok tertentu. Contoh : Pembunuhan orang Yahudi oleh Nazi Jerman
2     Pengusiran : Mengusir suatu kelompok dari suatu wilayah. Contoh : Pengusiran warga Palestina oleh pemerintah Israel di tepi barat sungai Yordan
3    Perbudakan : Sistem segolongan manusia yang dirampas kebebasan hidupnya untuk bekerja guna kepentingan golongan manusia lain. Contoh : Sistem kerja rodi pada zaman penjajahan Belanda.
4.  Segregasi : Pemisahan antara golongan manusia satu dengan manusia lainnya. Contoh : Pemisahan antara orang kulit putih dengan kulit hitam di Afrika Selatan pada masa politik Apartheid
5.    Asimilasi : Interaksi yang terjadi antara dua kelompok berbeda kebudayaannya sehingga memunculkan suatu kebudayaan baru


.3.Paternalisme
Paternalisme adalah suatu bentuk dominasi kelompok ras pendatang atas kelompok ras pribumi. Pola ini muncul apabila kelompok pendatang, yang secara politik lebih kuat, mendirikan koloni didaerah jajahan. 

Banton membedakan tiga macam masyarakat, sebagai berikut :

1. Masyarakat metropolitan (didaerah asal pendatang)
2Masyarakat kolonial yang terdiri atas para pendatang dan sebagian dari masyarakat pribumi
3.Masyarakat pribumi yang dijajah

4.Integrasi
Integrasi adalah suatu pola hubungan antarkelompok yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, namun tidak memberikan perhatian khusus pada perbedaan ras tersebut. Hak dan kewajiban yang terkait dengan ras seseorang hanya terbatas pada bidang tertentu dan tidak berkaitan dengan bidang pekerjaan atau status yang diraih dengan usaha.

5.Pluralisme
Pluralisme adalah pola hubungan yang mengakui adanya persamaan hak politik dan hak perdata masyarakat. Akan tetapi, pola hubungan tersebut lebih berfokus pada kemajemukan ras daripada pola integrasi. Menurut Furnivall, masyarakat majemuk adalah masyarakat yang didalamnya terdapat berbagai kelompok berbeda. Tiap kelompok tersebut tercampur tetapi tidak membaur. Contohnya, masyarakat Indonesia pada masa penjajahan Belanda yang terdiri dari tiga kelompok ras yang hidup berdampingan dalam satuan politik, namun terpisah. Ketiga kelompok ras ini adalah kelompok Eropa, Timur Asing, dan pribumi.

B.Stanley Lieberson

Stanley Lieberson, ada dua macam pola hubungan antarkelompk, yaitu :


1  Migrant superordination : Adalah pola dominasi kelompok pendatang atas kelompok pribumi.       Contoh : Dominasi bangsa Eropa yang datang ke Asia, Afrika, dan Amerika
2 .Indigenous superordination : Adalah pola dominasi kelompok pribumi atas kelompok pendatang.  Contoh : Dominasi bangsa Eropa atas bangsa Asia yang datang ke benua Eropa.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar