Senin, 13 November 2017

SOSIOLOGI



A.      Materi Pembelajaran  

1.       Materi Pembelajaran Reguler
Individu, kelompok  dan hubungan sosial
      Pembentukan identitas :      
-      Diri/saya/individu dalam hubungan dengan orang lain/kamu/individu lain
-      Hubungan antar individu dalam pembentukan kelompok (kami/kita)
-      Hubungan antara individu dengan kelompoknya (saya dan kami/kita)
-      Hubungan antara diri/saya/individu dengan kelompok lain (mereka)
-      hubungan antar kelompok (kami/ kita  dan mereka)
      perlunya institusi atau lembaga sosial untuk terciptanya tatanan dan tertib social

2.       Materi Pembelajaran Pengayaan
Individu, kelompok  dan hubungan sosial
      Pembentukan identitas :      
-      Hubungan antara individu dengan kelompoknya (saya dan kami/kita)
-      Hubungan antara diri/saya/individu dengan kelompok lain (mereka)
-      hubungan antar kelompok (kami/ kita  dan mereka)
      perlunya institusi atau lembaga sosial untuk terciptanya tatanan dan tertib social

3.       Materi pembelajaran Remedial
Individu, kelompok  dan hubungan sosial
      Pembentukan identitas :       
-      hubungan antar kelompok (kami/ kita  dan mereka)
      perlunya institusi atau lembaga sosial untuk terciptanya tatanan dan tertib social

B.      Metode Pembelajaran
Pendekatan                         : Scientific Learning
Model Pembelajaran        : Inquiry Based Learning (Pembelajaran Inkuiri), Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan) dan Problem  Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah )/ Projek Based Learning (pembelajaran Berbasis Projek)
Metode Pembelajaran      :  Discussion, Experiment, dan Presentation

C.      Media dan Bahan
Media/Alat :
Ø Worksheet atau lembar kerja (siswa)
Ø Lembar penilaian
Ø Penggaris, spidol, papan tulis
Ø PC/Laptop & infocus

Bahan :
Ø Spidol / kapur berwarna

D.      Sumber Belajar
Ø Basic Literacy
·       Pengalaman peserta didik dan guru
·       Manusia dalam lingkungan: guru, pustakawan, laboran, dan penutur nativ.
Ø Library Literacy
·       Buku penunjang kurikulum 2013 mata pelajaran Sosiologi, Kelas X (Sepuluh)Kemendikbud, tahun 2013
Ø Media Literacy :
·       Cetak: buku, modul, brosur, leaflet, dan gambar.
Ø Technology Literacy :
·       Audio: kaset dan CD.
·       Audio-cetak: kaset atau CD audio yang dilengkapi dengan teks.
·       Proyeksi visual diam: OUT dan film bingkai.
·       Proyeksi audio visual: film dan bingkai (slide) bersuara.
·       Audio visual gerak: VCD, DVD, dan W.
·       Visual Gerak : Film Bisu
·       e-dukasi.net
Ø Visual Literacy :
·       Objek fisik: Benda nyata, model, dan spesimen..

E.      Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan  Ke – 1

Tujuan Pembelajaran pada pertemuan ini :
Melalui pendekataan scientific learning dengan model pembelajaran inquiry based learning, discovery learning, dan problem  based learning / projek based learning  dan dengan metode pembelajaran discussion, experiment, dan presentation, peserta didik dapat :
Ø  Menjawab berbagai pertanyaan tentang nilai sosial
Ø  Memprediksi, mendesain, memperkirakan, membuat hipotesa dari penemuan baru dalam diskusi klasikal tentang nilai sosial
Ø  Mengolah / mengkreasikan informasi tentang nilai sosial
Ø  Mempresentasikan tentang nilai sosial
Ø  Menyimpulkan tentang nilai sosial
Fokus penguatan karakter :        Religious, Jujur,

Pemetaan Materi Pembelajaran dalam Dimensi Pengetahuan
Materi Pembelajaran
:
nilai sosial
Dimensi
Pengetahuan
Faktual
:
Individu, kelompok  dan hubungan sosial
Konseptual
:
Ø Pembentukan identitas
Ø Diri/saya/individu dalam hubungan dengan orang lain/kamu/individu lain
Ø Perlunya institusi atau lembaga sosial untuk terciptanya tatanan dan tertib sosial
Prosedural
:
Ø Merancang hubungan antar individu dalam pembentukan kelompok (kami/kita)
Ø Merancang hubungan antara individu dengan kelompoknya (saya dan kami/kita)
Ø Merancang hubungan antara diri/saya/individu dengan kelompok lain (mereka)
Ø Merancang hubungan antar kelompok (kami/ kita  dan mereka)
Metakognitif
:
Meramalkan, memprediksi, dan menentukan nilai sosial

Indikator Pencapaian Kompetensi
Ø  Mengidentifikasi masalah (problem statement ) tentang nilai sosial
Ø  Mengumpulkan data (data collection) tentang nilai sosial
Ø  Memproses data (data processing) tentang nilai sosial
Ø  Membuktikan data (verification) tentang nilai sosial
Ø  Menarik kesimpulan (genelarizatio) tentang nilai sosial

KEGIATAN PEMBELAJARAN
Waktu
Sintak Model Pembelajaran
135 menit
KEGIATAN PENDAHULUAN
15 menit
Stimulation (stimullasi/ pemberian  rangsangan)
Guru :
Orientasi
·        Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran
·        Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
·        Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik  dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Apersepsi
·        Mengaitkan materi /tema /kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi /tema /kegiatan sebelumnya, yaitu : fungsi sosiologi untuk mengenali gejala sosial di masyarakat
·        Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
·        Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
·        Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
·        Apabila materi / tema / projek ini kerjakan  dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi nilai sosial
·        Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang  berlangsung
·        Mengajukan pertanyaan.
Pemberian Acuan
·        Memberitahukan  materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
·        Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang  berlangsung
·        Pembagian kelompok belajar
·        Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar  sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

KEGIATAN INTI   Tahap 1 : Akivitas Individu
105 menit
Problem  Statemen  (pernyataan/ identifikasi masalah)
GERAKAN LITERASI SEKOLAH
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara ceradas (gerakan literasi sekolah) untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar atau bahan tayang yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar,
·        Melihat (tanpa atau dengan alat)
Menayangkan gambar/foto/video tentang materi nilai sosial
“Apa yang kalian pikirkan tentang foto/gambar tersebut?”
·        Mengamati
Ø  lembar kerja materi nilai sosial
Ø  pemberian contoh-contoh materi nilai sosial untuk dapat dikembangkan peserta didik, dari media interaktif, dsb
·        Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung),
Membaca materi nilai sosialdari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan lingkungan
·        Mendengar
Pemberian materi nilai sosial oleh guru
·        Menyimak,
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran  mengenai materi  nilai sosial, untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
·        Menulis dan Berbicara untuk : mengajukan pertanyaan tentang materi nilai sosialyang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. Misalnya :
Ø  Apa yang dimaksud dengan nilai sosial?
Ø  Terdiri dari apakah nilai sosialtersebut?
Ø  Seperti apakah nilai sosialtersebut?
Ø  Bagaimana nilai sosial itu bekerja?
Ø  Apa fungsi nilai sosial?
Ø  Bagaimanakah materi nilai sosial itu berperan dalam kehidupan sehari-hari dan karir masa depan peserta didik?

Data Collection (pengumpulan  data)
CREATIVE AND INNOVATION
Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:
·        Mengamati obyek/kejadian,
Mengamati dengan seksama materi nilai sosial yang sedang dipelajari dalam bentuk gambar/video/slide presentasi yang disajikan dan mencoba menginterprestasikannya
·        Membaca sumber lain selain buku teks,
Mengeksplorasi dengan mencari dan membaca berbagai referensi dari berbagai sumber guna menambah pengetahuan dan pemahaman tentang materi nilai sosial yang sedang dipelajari
·        Aktivitas
Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami dari kegiatan mengmati dan membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan dengan materi nilai sosial yang sedang dipelajari
·        Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi nilai sosialyang tekah disusun dalam daftar pertanyaan kepada guru
·        Mendiskusikan dalam kelompok
Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam buku paket mengenai materi nilai sosial
·        Mengumpulkan informasi
Mencatat semua informasi tentang materi nilai sosial yang telah diperoleh pada buku catatan dengan tulisan yang rapi dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
·        Memprediksi, mendesain, memperkirakan, membuat hipotesa
Peserta didik dan guru secara bersama-sama memprediksi, mendesain, memperkirakan, membuat hipotesa /kesimpulan awal /kesimpulan sementara /kesimpulan individu/kelompok dan belum merupakan kesimpulan klasikal atas temuan baru dari rangkaian aktivitas penggumpulan data yang baru dilakukan dari materi  nilai sosial sesuai dengan pemahamannya (higher order of thinking skill)
·        Mempresentasikan hipotesa dari penemuan baru dalam diskusi klasikal
Mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan temuannya dari materi  nilai sosial sesuai dengan pemahamannya

KEGIATAN INTI   Tahap 2 : Aktivitas Kelompok
Data Processing (pengolahan Data)
Higher order of Thinking Skill (HOTS)
CRITICAL THINKING AND PROBLEM SOLVING
Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data hasil pengamatan dengan cara :
·        Saling tukar informasi tentang  materi  nilai sosial dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi analisis kelompok lainnya kemudian, dengan menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
·        Mengasosiasikan data  dari materi nilai sosialyang sudah dikumpulkan / terangkum dalam kegiatan sebelumnya.
·        Mengolah / mengkreasikan informasi dari materi nilai sosialyang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja.
·        Mengerjakan beberapa soal mengenai materi nilai sosial

KEGIATAN INTI   Tahap 3 : Aktivitas Klasikal
Verification  (pembuktian)
Higher order of Thinking Skill (HOTS)
COMUMNICATIVE
Peserta didik memverifikasi hasil pengolahan datanya untuk menyimpulkan hasil temuannya dengan meng-compare (memperbandingkan) data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
·        Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam membuktikan tentang materi : nilai sosial, antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik.
·        Menyampaikan hasil diskusi  tentang materi nilai sosialberupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
·        Mempresentasikan hasil diskusi verifikasi kelompok secara klasikal tentang mteri : nilai sosial
·        Mengemukakan  pendapat  atas presentasi yang dilakukan tentanag materi nilai sosialdan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
·        Bertanya atas presentasi tentang materi nilai sosialyang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan  untuk menjawabnya.

Generalizatio (menarik kesimpulan)
Higher order of Thinking Skill (HOTS)
COLLABORATIVE
Peserta didik menyimpulkan hasil temuannya dari meng-compare (memperbandingkan) data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
·        Menyimpulkan  tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa : Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang  nilai sosial
·        Menjawab pertanyaan tentang nilai sosialyang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
·        Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan  beberapa pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan materi nilai sosialyang akan selesai dipelajari
·        Menyelesaikan  / melaksanakan
Ø Uji kompetensi untuk materi  nilai sosialyang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran (sebelum pertemuan terakhir)
Ø Program Pengayaan
Peserta didik yang sudah menguasai materi, mengerjakan soal pengayaan yang telah disiapkan oleh guru berupa pertanyaan-pertanyaan tentang nilai sosial. (Guru mencatat dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam pengayaan).
Ø Program Remedial
o   Mengajarkan kembali (re-teaching) materi yang sama, tetapi dengan cara penyajian yang berbeda;
o   Tutoring sebaya, yaitu bentuk perbaikan yang diberikan oleh teman sekelasnya yang pandai, sebab adakalanya siswa lebih mudah menyerap materi pelajaran dari teman akrabnya maupun dari orang yang lebih dekat hubungan emosionalnya dari pada guru yang disegani atau bahkan ditakutinya;
o   Remidial test, guru mengadakan penilaian kembali dengan soal sejenis, atau soal dengan standart yang sama
Jadi dalam hal ini peserta didik yang belum menguasai materi akan dijelaskan kembali oleh guru materi tentang nilai sosial. Guru akan melakukan penilaian dengan soal-soal yang sudah dipersiapkan. (pertemuan terakhir)

KEGIATAN PENUTUP
15 menit
Peserta didik :
·        Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran nilai sosialyang baru dilakukan.
·        Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran nilai sosial yang baru diselesaikan.
·        Mengagendakan materi atau tugas projek /produk /portofolio /unjuk kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
·        Memeriksa pekerjaan siswa  yang selesai  langsung diperiksa untuk materi pelajaran nilai sosial.
·        Peserta didik yang  selesai mengerjakan tugas projek /produk /portofolio /unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat,  untuk penilaian tugas projek /produk /portofolio /unjuk kerja pada materi pelajaran nilai sosial
·        Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran nilai sosialkepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik
·        Merencanakan program pengayaan, remedial, dan refleksi diri (sebelum pertemuan terakhir)
·        Menyampaikan mutiara hikmah (pertemuan terakhir)

CATATAN :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam menumbuhkembangkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kecintaan kepada sesama manusia, bersahaja, disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah, tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan, tanah air, dan bangsa Indonesia, serta kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. (Karakter Kepramukaan, Kebangsaan, dan Kewirausahaan)



LAMPIRAN
MATERI PELAJARAN
Fungsi Sosiologi untuk mengenali gejala sosial di masyarakat
·       Sosiologi sebagai ilmu sosial
·       Realitas sosial sebagai obyek kajian
·       Kehidupan sosial sebagai objektivitas
·       Gejala sosial (tindakan individu, tindakan kolektif, pengelompokkan sosial, interaksi antar individu dan kelompok sosial dalam kehidupan masyarakat)
                                                       
Fakta
·       Realitas Sosial
·       Macam-macam Realitas/fakta Sosial

Konsep
·       Pengertian Sosiologi
·       Konsep dasar sosiologi

Prinsip
·       Peran dan Fungsi Sosiologi

Prosedur
·       Gejala/Fenomena Sosial Sosial

PERTEMUAN KE 1
Pengertian, Ciri-Ciri, & Hakikat Sosiologi
Secara umum, Pengertian Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari jaringan hubungan antara manusia dalam masyarakat. Sosiologi merupakan ilmu yang membicarakan apa yag terjadi saat ini, khususnya pola hubungan dalam masyarakat, serta berusaha mencari pengertin umum, rasional, empiris, dan bersifat umum. Istilah sosiologi pertama kali dikemukakan oleh ahli filsafat, moralis dan sosiolog yang berkebangsaan Prancis Augste Comte yang dalam bukunya Cours de Philosophie Positive. Menurut Comte, sosiologi berasal dari kata latin Socius yang artinya teman atau sesama dan logos dari kata Yunani yang berarti cerita. Jadi, pada awalnya sosiologi berarti cerita tentang teman atau masyarakat. 

1. Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli - Selain dari Auguste comte, ada beberapa tokoh ahli sosiologi yang berkontribusi besar dalam memberikan pendapatnya dalam pengembangan sosiologi dalam mendefinisikan pengertian sosiologi. Pengertian sosiologi menurut para ahli adalah sebagi berikut..
  • Pitirin Sorokin : Menurut Pitirin Sorokon, pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, seperti gejala agama, gejala moral, gejala ekonomi, dan gejala keluarga ; hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan gejala non sosial, seperti gejala geografis dan biologis; ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial lainnya. 
  • Roucek dan Warren : Menurut Roucek dan Warren,  pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
  • William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkof : Menurut William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkof, pengertian sosiologi adalah penelitian secara alamiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial. 
  • J. A. A. von Dorn dan C. J. Lammers : Menurut J. A. A. von Dorn dan C. J. Lammers, pengertian sosiologi adalah ilmu pengetahuan mengenai struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang sifatnyal labil. 
  • Max Weber : Menurut Max Weber, pengertian sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial. 
  • Selo Soemardjan dan Soelemen Soemardji : Menurut Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardji, pengertian sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari tentang sturktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan sosial. 
  • Paul B. Horton : Menurut Paul B. Horton, pengertian sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk dari kehidupan kelompok tersebut. 
  • Soerjono Soekanto : Menurut Soerjono Soekanto, pengertian sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian terhadap segi-segi kemasyarakatan yang sifatnya umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.  
  • William Kornblum : Meurut William Kornblum, pengertian sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi. 
  • Allan Johnson : Menurut Allan Johnson, pengertian sosiologi adalah  ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya memengaruhi sistem itu. 
2. Ciri-Ciri dan Hakikat Sosiologi - Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi memiliki ciri-ciri utama yaitu empiris, teoretis, kumulatif, nonetis. Ciri-Ciri utama Sosiologi adalah sebagai berikut... 
  • Empiris, artinya ilmu pengetahuan yang didasari pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif atau menduga-duga.
  • Teoritis, artinya suatu ilmu pengetahuan yang selalu  berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil pengamatan. Abstraksi merupakan kesimpulan logis yang bertujuan menjelaskan mengenai hubungan dari sebab akibat sehingga menjadi teori. 
  • Kumulatif, artinya disusun atas dasar teori-teori yang telah ada atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama. 
  • Nonetis, artinya pembahasan suatu masalah yang tidak mempersoalkan baik atau buruknya masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk memperjelas masalah tersebut secara mendalam. 
3. Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahun adalah sebagai berikut... 
  • Sosiologi adalah ilmu sosial, hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa sosiologi mempelajari atau berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan
  • Berdasarkan penerapannya, sosiologi digolongkan dalam ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dapat menjadi ilmu terapan (applied science). 
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan pengetahuan yang konkret. Artinya, yang menajdi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya peristiwa itu sendiri. 
  • Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola manusia dan masyarakatnya. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia serta bentuk, sifat, isi dan struktur masyarakat.  
  • Sosiologi merupakan ilmu umum, bukan khusus, artinya mempelajari gejala-gejala pada interaksi antarmanusia. 

Pertemuan  Ke – 2

Tujuan Pembelajaran pada pertemuan ini :
Melalui pendekataan scientific learning dengan model pembelajaran inquiry based learning, discovery learning, dan problem  based learning / projek based learning  dan dengan metode pembelajaran discussion, experiment, dan presentation, peserta didik dapat :
Ø  Menjawab berbagai pertanyaan tentang peran dan fungsi sosiologi
Ø  Memprediksi, mendesain, memperkirakan, membuat hipotesa dari penemuan baru dalam diskusi klasikal tentang peran dan fungsi sosiologi
Ø  Mengolah / mengkreasikan informasi tentang peran dan fungsi sosiologi
Ø  Mempresentasikan tentang peran dan fungsi sosiologi
Ø  Menyimpulkan tentang peran dan fungsi sosiologi
Fokus penguatan karakter :        Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Social, Tanggung Jawab,

Pemetaan Materi Pembelajaran dalam Dimensi Pengetahuan
Materi Pembelajaran
:
Peran Dan Fungsi Sosiologi
Dimensi
Pengetahuan
Faktual
:
Realitas sosial sebagai obyek kajian
Konseptual
:
Ø Sosiologi sebagai ilmu social
Ø Kehidupan sosial sebagai objektivitas
Ø Gejala sosial (tindakan individu, tindakan kolektif, pengelompokkan sosial, interaksi antar individu dan kelompok sosial dalam kehidupan masyarakat)
Prosedural
:
Merancang peran dan fungsi sosiologi
Metakognitif
:
Meramalkan, memprediksi, dan menentukanperan dan fungsi sosiologi

Indikator Pencapaian Kompetensi
Ø  Mengidentifikasi masalah (problem statement ) tentang peran dan fungsi sosiologi
Ø  Mengumpulkan data (data collection) tentang peran dan fungsi sosiologi
Ø  Memproses data (data processing) tentang peran dan fungsi sosiologi
Ø  Membuktikan data (verification) tentang peran dan fungsi sosiologi
Ø  Menarik kesimpulan (genelarizatio) tentang peran dan fungsi sosiologi

KEGIATAN PEMBELAJARAN
Waktu
Sintak Model Pembelajaran
135 menit
KEGIATAN PENDAHULUAN
15 menit
Stimulation (stimullasi/ pemberian  rangsangan)
Guru :
Orientasi
·        Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran
·        Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
·        Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik  dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Apersepsi
·        Mengaitkan materi /tema /kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi /tema /kegiatan sebelumnya, yaitu : ……………… (MP sebelumnya)
·        Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
·        Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
·        Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
·        Apabila materi / tema / projek ini kerjakan  dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi peran dan fungsi sosiologi
·        Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang  berlangsung
·        Mengajukan pertanyaan.
Pemberian Acuan
·        Memberitahukan  materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
·        Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang  berlangsung
·        Pembagian kelompok belajar
·        Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar  sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

KEGIATAN INTI   Tahap 1 : Akivitas Individu
105 menit
Problem  Statemen  (pernyataan/ identifikasi masalah)
GERAKAN LITERASI SEKOLAH
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara ceradas (gerakan literasi sekolah) untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar atau bahan tayang yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar,
·        Melihat (tanpa atau dengan alat)
Menayangkan gambar/foto/video tentang materi peran dan fungsi sosiologi
“Apa yang kalian pikirkan tentang foto/gambar tersebut?”
·        Mengamati
Ø  lembar kerja materi peran dan fungsi sosiologi 
Ø  pemberian contoh-contoh materi peran dan fungsi sosiologi  untuk dapat dikembangkan peserta didik, dari media interaktif, dsb
·        Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung),
Membaca materi peran dan fungsi sosiologi  dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan lingkungan
·        Mendengar
Pemberian materi peran dan fungsi sosiologi  oleh guru
·        Menyimak,
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran  mengenai materi  peran dan fungsi sosiologi , untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
·        Menulis dan Berbicara untuk : mengajukan pertanyaan tentang materi peran dan fungsi sosiologi  yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. Misalnya :
Ø  Apa yang dimaksud dengan peran dan fungsi sosiologi ?
Ø  Terdiri dari apakah peran dan fungsi sosiologi  tersebut?
Ø  Seperti apakah peran dan fungsi sosiologi  tersebut?
Ø  Bagaimana peran dan fungsi sosiologi  itu bekerja?
Ø  Apa fungsi peran dan fungsi sosiologi ?
Ø  Bagaimanakah materi peran dan fungsi sosiologi  itu berperan dalam kehidupan sehari-hari dan karir masa depan peserta didik?

Data Collection (pengumpulan  data)
CREATIVE AND INNOVATION
Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:
·        Mengamati obyek/kejadian,
Mengamati dengan seksama materi peran dan fungsi sosiologi  yang sedang dipelajari dalam bentuk gambar/video/slide presentasi yang disajikan dan mencoba menginterprestasikannya
·        Membaca sumber lain selain buku teks,
Mengeksplorasi dengan mencari dan membaca berbagai referensi dari berbagai sumber guna menambah pengetahuan dan pemahaman tentang materi peran dan fungsi sosiologi  yang sedang dipelajari
·        Aktivitas
Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami dari kegiatan mengmati dan membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan dengan materi peran dan fungsi sosiologi  yang sedang dipelajari
·        Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi peran dan fungsi sosiologi  yang tekah disusun dalam daftar pertanyaan kepada guru
·        Mendiskusikan dalam kelompok
Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam buku paket mengenai materi peran dan fungsi sosiologi
·        Mengumpulkan informasi
Mencatat semua informasi tentang materi peran dan fungsi sosiologi  yang telah diperoleh pada buku catatan dengan tulisan yang rapi dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
·        Memprediksi, mendesain, memperkirakan, membuat hipotesa
Peserta didik dan guru secara bersama-sama memprediksi, mendesain, memperkirakan, membuat hipotesa /kesimpulan awal /kesimpulan sementara /kesimpulan individu/kelompok dan belum merupakan kesimpulan klasikal atas temuan baru dari rangkaian aktivitas penggumpulan data yang baru dilakukan dari materi  peran dan fungsi sosiologi  sesuai dengan pemahamannya (higher order of thinking skill)
·        Mempresentasikan hipotesa dari penemuan baru dalam diskusi klasikal
Mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan temuannya dari materi  peran dan fungsi sosiologi  sesuai dengan pemahamannya

KEGIATAN INTI   Tahap 2 : Aktivitas Kelompok
Data Processing (pengolahan Data)
Higher order of Thinking Skill (HOTS)
CRITICAL THINKING AND PROBLEM SOLVING
Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data hasil pengamatan dengan cara :
·        Saling tukar informasi tentang  materi  peran dan fungsi sosiologi  dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi analisis kelompok lainnya kemudian, dengan menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
·        Mengasosiasikan data  dari materi peran dan fungsi sosiologi  yang sudah dikumpulkan / terangkum dalam kegiatan sebelumnya.
·        Mengolah / mengkreasikan informasi dari materi peran dan fungsi sosiologi  yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja.
·        Mengerjakan beberapa soal mengenai materi peran dan fungsi sosiologi

KEGIATAN INTI   Tahap 3 : Aktivitas Klasikal
Verification  (pembuktian)
Higher order of Thinking Skill (HOTS)
COMUMNICATIVE
Peserta didik memverifikasi hasil pengolahan datanya untuk menyimpulkan hasil temuannya dengan meng-compare (memperbandingkan) data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
·        Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam membuktikan tentang materi : peran dan fungsi sosiologi , antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik.
·        Menyampaikan hasil diskusi  tentang materi peran dan fungsi sosiologi  berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
·        Mempresentasikan hasil diskusi verifikasi kelompok secara klasikal tentang mteri : peran dan fungsi sosiologi
·        Mengemukakan  pendapat  atas presentasi yang dilakukan tentanag materi peran dan fungsi sosiologi  dan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
·        Bertanya atas presentasi tentang materi peran dan fungsi sosiologi  yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan  untuk menjawabnya.

Generalizatio (menarik kesimpulan)
Higher order of Thinking Skill (HOTS)
COLLABORATIVE
Peserta didik menyimpulkan hasil temuannya dari meng-compare (memperbandingkan) data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
·        Menyimpulkan  tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa : Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang  peran dan fungsi sosiologi
·        Menjawab pertanyaan tentang peran dan fungsi sosiologi  yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
·        Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan  beberapa pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan materi peran dan fungsi sosiologi  yang akan selesai dipelajari
·        Menyelesaikan  / melaksanakan
Ø Uji kompetensi untuk materi  peran dan fungsi sosiologi  yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran (sebelum pertemuan terakhir)
Ø Program Pengayaan
Peserta didik yang sudah menguasai materi, mengerjakan soal pengayaan yang telah disiapkan oleh guru berupa pertanyaan-pertanyaan tentang peran dan fungsi sosiologi . (Guru mencatat dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam pengayaan).
Ø Program Remedial
o   Mengajarkan kembali (re-teaching) materi yang sama, tetapi dengan cara penyajian yang berbeda;
o   Tutoring sebaya, yaitu bentuk perbaikan yang diberikan oleh teman sekelasnya yang pandai, sebab adakalanya siswa lebih mudah menyerap materi pelajaran dari teman akrabnya maupun dari orang yang lebih dekat hubungan emosionalnya dari pada guru yang disegani atau bahkan ditakutinya;
o   Remidial test, guru mengadakan penilaian kembali dengan soal sejenis, atau soal dengan standart yang sama
Jadi dalam hal ini peserta didik yang belum menguasai materi akan dijelaskan kembali oleh guru materi tentang peran dan fungsi sosiologi . Guru akan melakukan penilaian dengan soal-soal yang sudah dipersiapkan. (pertemuan terakhir)

KEGIATAN PENUTUP
15 menit
Peserta didik :
·        Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran peran dan fungsi sosiologi  yang baru dilakukan.
·        Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran peran dan fungsi sosiologi  yang baru diselesaikan.
·        Mengagendakan materi atau tugas projek /produk /portofolio /unjuk kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
·        Memeriksa pekerjaan siswa  yang selesai  langsung diperiksa untuk materi pelajaran peran dan fungsi sosiologi .
·        Peserta didik yang  selesai mengerjakan tugas projek /produk /portofolio /unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat,  untuk penilaian tugas projek /produk /portofolio /unjuk kerja pada materi pelajaran peran dan fungsi sosiologi
·        Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran peran dan fungsi sosiologi  kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik
·        Merencanakan program pengayaan, remedial, dan refleksi diri (sebelum pertemuan terakhir)
·        Menyampaikan mutiara hikmah (pertemuan terakhir)

CATATAN :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam menumbuhkembangkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kecintaan kepada sesama manusia, bersahaja, disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah, tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan, tanah air, dan bangsa Indonesia, serta kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. (Karakter Kepramukaan, Kebangsaan, dan Kewirausahaan)


LAMPIRAN MATERI
PERTEMUAN KE 2
Peran dan Fungsi Sosiologi, 
Peran Sosiologi
a.     Bidang Riset
Sebagai orang yang ahli dibidangnya yang menaruh perhatiannya yang besar terhadap perkembangan ilmu yang digelutinya tersebut sehingga mereka melakukan riset ilmiah untuk memperoleh berbagai data mengenai kehidupan sosial suatu masyarakat yang kemudian diolah menjadi suatu karya ilmiah.
b.     Di Bidang Kebijakan Pemerintahan
Sosiologi berperan sebagai konsultan kebijakan yaitu dengan memberikan informasi atau ramalan sosiologi.
c.     Di Bidang Teknis
Sosiolog memberi saran –saran , baik dalam berbagai penyelesaina masalah hubungan masyarakat. Dalam kedudukan seperti ini sosiolog  bekerja sebagai ilmuan terapan , mereka dituntut untuk menggunakan pengetahuan ilmiahnya dalam mencari nilai nilai tertentu seperti efisiensi kerja atau efektifitas suatu program atau kegiatan masyarakat.
d.     Di bidang Pendidikan
Seorang sosiolog harus mampu menyajikan dan mentransfer pengetahuan yang dimilikinya kepada orang  lain atau khalayak agar ilmu tersebut semakin berkembang dan juga bermanfaat bagi masyarakat luas.. Syarat yang harus dilakukan oleh sosiolog dalam menyapaikan suatu fakta adalah sikap netral dan objektif.

Fungsi Sosiologi  Secara Umum
Menurut Dr. Basrowi, M.S., terdapat beberapa manfaat mempelajari sosiologi yaitu
a.     Sosiologi dapat memberikan pengetahuan untuk mengkontrol atau mengendalikan setiap tindakan yang terjadi dalam masyarakat.
b.     Sosiologi dapat membantu mengkontrol atau mengendalikan setiap tindakan dan prilaku dalam bermasyarakat.
c.     Sosiologi mampu mengkaji status dan peran kita sebagai  anggota masyarakat, budaya lain yang belum kita ketahui.
d.     Dengan bantuan sosiologi dapat memahami nilai, norma, tradisi, dan kekayakinan yang dianut oleh masyarakat dan memahami perbedaan yang  ada.
e.     Sosiologi membuat kita tanggap, kritis dan rasional menghadapi gejala-gejala social masyarakat yang maki kompleks dewasa ini.

Berikut beberapa manfaat atau keuntungan yang dapat diperoleh apabila kita menggunakan ilmu sosiologi dalam kehidupan sehari hari:
a.     Sosiologi mendorong untuk meninjau kembali pemahaman kita dan orang lain tentang pemahaman familier.
b.     Sosiologi memungkinkan kita untuk mengetahui dan memperoleh kesempatan (dan) atau kendala dalam kehidupan kita.
c.     Sosiologi memperdayakan kita untuk menjadi aktif dalam berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat  menuju kebaikan bersama.
d.     Sosiologi menolong kita untuk mengenali perbedaan manusia dalam menghadapi tantangan kehidupan dalam dunia yang bervariasi.

Menurut  C.Wright Mills  sosiologi adalah jalan untuk kita lepas dari jebakan kehidupan kita karena masyarakat bertanggung  jawab  terhadap permasalahan kita.
1.       Perencanaan Sosial
Perencanaan merupakan kegatan untuk mempersiapkan masa depan kehidupan masyarakat secara ilmiah dan bertujuan untuk mengatasi berbagai hambatan. Sifat dari perencanaan social adalah preventif sehingga kegiatannyameliputi pengarahan-pengarahan dan bimbimngan social tentang cara cara hidup bermasyarakat.
Berikut syarat perencanaan social  yang efektif menurut pendapat Ogburn dan Nimkoff
a.     Adanya unsur modern dalam masyarakat yang mencangkup suatu system ekonomi.
b.     Adanya system pegumpulan keterangan dan analisis yang baik.
c.     Terdapat sikap publik yang baik terhadap usaha usaha perencanaan social tertentu.
d.     Adanya pimpinan ekonomis dan politik yang progresif.

Fungsi sosiologi dalam perencanaan sosiologi adalah sebagai berikut:
a.     Sosiologi memahami perkembangan kebudayaan masyarakat, baik masyarakat tradisional maupun modern sehingga proses penyususnan dan pemasyarakatan suatau perencanaan social mudah dilakukan.
b.     Sosiologi memahami hubungan antar manusia dengan lingkungan alam, hubungan antar golongan, serta proses peubahan dan pengaruh penemuan baru terhadap masyarakat.
c.     Sosiologi memiliki disiplin ilmiah yang didasarkan atas objektifitas, sehingga pelaksanaan suatu perencanaan social diharapkan lebih kecil penyimpangannya.
d.     Suatu perencanaan bisa dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat kemajuan maupun tingkat ketinggian suatu masyarakat ditinjau dari segi kebudayaannya.
e.     Perencanaan social merupakan alat untuk mengetahui perkembangan masyarakat yang berfungsi menghimpun kekuatan social demi menciptakan ketertiban masyarakat.

2.       Penelitian
Melalalui penelitian dan penyelidikan sosiologi akan memperoleh bebagai fakta social yang sangat bermanfaat dalam membuat perencanaan pembangunan atauapun pemecahan masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat.
Kelebihan sosiologi apabila dibandingkan dengan ilmu yang lain dalambidang penelitina masyarakat:
a.     Sosiologi mamapu memahami objek symbol kat-kata, kode, serta istilah istilahyang digunakan oleh masyarakat sebagai objek penelitian empiris.
b.     Sosiologi memahami pola-pola tingkah laku manusia dalam masyarakat.
c.     Sosiologi mampu  mempertimbangan berbagai fenomena sosial yang timbul dalam kehidupan masyarakat.
d.     Sosiologi mampu melihat berbagai kecenderungan arah perubahan pola tingkah laku anggota masyarakat yang disebabkan oleh hal hal tertentu.
e.     Sosiologi berhati-hati dalam menjaga pemikiran yang rasional sehinggatidak terjebak dalam pola piker yang tidak jelas.

3.       Pembangunan
Suatu proses perubahan segala bidang kehidupan yang dilakukan dengan sengaja atas dasar suatu rencana tertentu. Tujuan dari hasil pembangunan adalah untuk meningkatkan taraf hidup secara materiel dan spiritual.
Peningkatan taraf hidup masyarakat mencangkup suatu perangkat cita-cita yang meliputi hal-hal berikut:
a.     Pembangunan harus bersifat rasionalis.
b.     Adanya perencanaan fan proses pembangunan.
c.     Peningkatan produktifitas.
d.     Peningkatan standar kehidupan.
e.     Kesempatan yang sama untuk berpatisipasi.

Prioritas utama dalam pembangunan adalah perbaikan ekonomi secara menyeluruhdan merata. Dengan demikian, terdapat syarat yang harus ditempuh untuk berlangsungnya suatu pembangunan antara lain sebagai berikut:
a.     Adanya kemauan yang keras dan kemampuan untuk dapat memanfaatkan kesempatan bagi keperluan pembangunan.
b.     Adanya kelompok-kelompok yang kreatif dan minoritas pemimpin yang kreatif serta masa yang kritis.
c.     Tersedianya modal dan bahan baku untuk proses pembangunan.
d.     Masyarakat tidak boleh pasrah dan harus siap mengahdapi segala keadaan yang dihadapi.
e.     Setiap individu harus mampu berkarya dan tidak bergantung dengan yang lainnya.\
f.      Bisa melatih diri untuk selalu jujur dan berorientasi ke depan sehingga dapat merencanakan proses kehidupan untuk menjadi yang lebih baik.

Pada tahap perencanaan sosiologi memberikan informasi dan fakta yang merupakan kebutuhan sosial dalam masyarakat
Pada tahap pelaksanaan hal yang penting untuk diperhatikan adalah kekuatan sosial  dalam masyarakat.
Pada tahap penilaian sosiologi akan memberikan analisis atas adampak sosial yang terjadi akibat proses pembangunan.

4.       Pemecahan Masalah Sosial
Masalah sosial adalah suatu ketidak sesuaian diantara unsur usnur sosial yang bisa membahayakan kehidupan masyarakat.

Pertemuan  Ke – 3

Tujuan Pembelajaran pada pertemuan ini :
Melalui pendekataan scientific learning dengan model pembelajaran inquiry based learning, discovery learning, dan problem  based learning / projek based learning  dan dengan metode pembelajaran discussion, experiment, dan presentation, peserta didik dapat :
Ø  Menjawab berbagai pertanyaan tentang konsep dasar sosiologi
Ø  Memprediksi, mendesain, memperkirakan, membuat hipotesa dari penemuan baru dalam diskusi klasikal tentang konsep dasar sosiologi
Ø  Mengolah / mengkreasikan informasi tentang konsep dasar sosiologi
Ø  Mempresentasikan tentang konsep dasar sosiologi
Ø  Menyimpulkan tentang konsep dasar sosiologi
Fokus penguatan karakter :        Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Social, Tanggung Jawab,

Pemetaan Materi Pembelajaran dalam Dimensi Pengetahuan
Materi Pembelajaran
:
Konsep dasar sosiologi
Dimensi
Pengetahuan
Faktual
:
Realitas sosial sebagai obyek kajian
Konseptual
:
Ø Sosiologi sebagai ilmu social
Ø Kehidupan sosial sebagai objektivitas
Ø Gejala sosial (tindakan individu, tindakan kolektif, pengelompokkan sosial, interaksi antar individu dan kelompok sosial dalam kehidupan masyarakat)
Prosedural
:
Merancang konsep dasar sosiologi
Metakognitif
:
Meramalkan, memprediksi, dan menentukankonsep dasar sosiologi

Indikator Pencapaian Kompetensi
Ø  Mengidentifikasi masalah (problem statement ) tentang konsep dasar sosiologi
Ø  Mengumpulkan data (data collection) tentang konsep dasar sosiologi
Ø  Memproses data (data processing) tentang konsep dasar sosiologi
Ø  Membuktikan data (verification) tentang konsep dasar sosiologi
Ø  Menarik kesimpulan (genelarizatio) tentang konsep dasar sosiologi

KEGIATAN PEMBELAJARAN
Waktu
Sintak Model Pembelajaran
135 menit
KEGIATAN PENDAHULUAN
15 menit
Stimulation (stimullasi/ pemberian  rangsangan)
Guru :
Orientasi
·        Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran
·        Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
·        Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik  dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Apersepsi
·        Mengaitkan materi /tema /kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi /tema /kegiatan sebelumnya, yaitu : ……………… (MP sebelumnya)
·        Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
·        Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
·        Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
·        Apabila materi / tema / projek ini kerjakan  dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi konsep dasar sosiologi
·        Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang  berlangsung
·        Mengajukan pertanyaan.
Pemberian Acuan
·        Memberitahukan  materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
·        Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang  berlangsung
·        Pembagian kelompok belajar
·        Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar  sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

KEGIATAN INTI   Tahap 1 : Akivitas Individu
105 menit
Problem  Statemen  (pernyataan/ identifikasi masalah)
GERAKAN LITERASI SEKOLAH
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara ceradas (gerakan literasi sekolah) untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar atau bahan tayang yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar,
·        Melihat (tanpa atau dengan alat)
Menayangkan gambar/foto/video tentang materi konsep dasar sosiologi
“Apa yang kalian pikirkan tentang foto/gambar tersebut?”
·        Mengamati
Ø  lembar kerja materi konsep dasar sosiologi
Ø  pemberian contoh-contoh materi konsep dasar sosiologi untuk dapat dikembangkan peserta didik, dari media interaktif, dsb
·        Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung),
Membaca materi konsep dasar sosiologi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan lingkungan
·        Mendengar
Pemberian materi konsep dasar sosiologi oleh guru
·        Menyimak,
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran  mengenai materi  konsep dasar sosiologi, untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
·        Menulis dan Berbicara untuk : mengajukan pertanyaan tentang materi konsep dasar sosiologi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. Misalnya :
Ø  Apa yang dimaksud dengan konsep dasar sosiologi?
Ø  Terdiri dari apakah konsep dasar sosiologi tersebut?
Ø  Seperti apakah konsep dasar sosiologi tersebut?
Ø  Bagaimana konsep dasar sosiologi itu bekerja?
Ø  Apa fungsi konsep dasar sosiologi?
Ø  Bagaimanakah materi konsep dasar sosiologi itu berperan dalam kehidupan sehari-hari dan karir masa depan peserta didik?

Data Collection (pengumpulan  data)
CREATIVE AND INNOVATION
Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:
·        Mengamati obyek/kejadian,
Mengamati dengan seksama materi konsep dasar sosiologi yang sedang dipelajari dalam bentuk gambar/video/slide presentasi yang disajikan dan mencoba menginterprestasikannya
·        Membaca sumber lain selain buku teks,
Mengeksplorasi dengan mencari dan membaca berbagai referensi dari berbagai sumber guna menambah pengetahuan dan pemahaman tentang materi konsep dasar sosiologi yang sedang dipelajari
·        Aktivitas
Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami dari kegiatan mengmati dan membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan dengan materi konsep dasar sosiologi yang sedang dipelajari
·        Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi konsep dasar sosiologi yang tekah disusun dalam daftar pertanyaan kepada guru
·        Mendiskusikan dalam kelompok
Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam buku paket mengenai materi konsep dasar sosiologi
·        Mengumpulkan informasi
Mencatat semua informasi tentang materi konsep dasar sosiologi yang telah diperoleh pada buku catatan dengan tulisan yang rapi dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
·        Memprediksi, mendesain, memperkirakan, membuat hipotesa
Peserta didik dan guru secara bersama-sama memprediksi, mendesain, memperkirakan, membuat hipotesa /kesimpulan awal /kesimpulan sementara /kesimpulan individu/kelompok dan belum merupakan kesimpulan klasikal atas temuan baru dari rangkaian aktivitas penggumpulan data yang baru dilakukan dari materi  konsep dasar sosiologi sesuai dengan pemahamannya (higher order of thinking skill)
·        Mempresentasikan hipotesa dari penemuan baru dalam diskusi klasikal
Mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan temuannya dari materi  konsep dasar sosiologi sesuai dengan pemahamannya

KEGIATAN INTI   Tahap 2 : Aktivitas Kelompok
Data Processing (pengolahan Data)
Higher order of Thinking Skill (HOTS)
CRITICAL THINKING AND PROBLEM SOLVING
Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data hasil pengamatan dengan cara :
·        Saling tukar informasi tentang  materi  konsep dasar sosiologi dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi analisis kelompok lainnya kemudian, dengan menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
·        Mengasosiasikan data  dari materi konsep dasar sosiologi yang sudah dikumpulkan / terangkum dalam kegiatan sebelumnya.
·        Mengolah / mengkreasikan informasi dari materi konsep dasar sosiologi yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja.
·        Mengerjakan beberapa soal mengenai materi konsep dasar sosiologi

KEGIATAN INTI   Tahap 3 : Aktivitas Klasikal
Verification  (pembuktian)
Higher order of Thinking Skill (HOTS)
COMUMNICATIVE
Peserta didik memverifikasi hasil pengolahan datanya untuk menyimpulkan hasil temuannya dengan meng-compare (memperbandingkan) data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
·        Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam membuktikan tentang materi : konsep dasar sosiologi, antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik.
·        Menyampaikan hasil diskusi  tentang materi konsep dasar sosiologi berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
·        Mempresentasikan hasil diskusi verifikasi kelompok secara klasikal tentang mteri : konsep dasar sosiologi
·        Mengemukakan  pendapat  atas presentasi yang dilakukan tentanag materi konsep dasar sosiologi dan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
·        Bertanya atas presentasi tentang materi konsep dasar sosiologi yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan  untuk menjawabnya.

Generalizatio (menarik kesimpulan)
Higher order of Thinking Skill (HOTS)
COLLABORATIVE
Peserta didik menyimpulkan hasil temuannya dari meng-compare (memperbandingkan) data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
·        Menyimpulkan  tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa : Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang  konsep dasar sosiologi
·        Menjawab pertanyaan tentang konsep dasar sosiologi yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
·        Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan  beberapa pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan materi konsep dasar sosiologi yang akan selesai dipelajari
·        Menyelesaikan  / melaksanakan
Ø Uji kompetensi untuk materi  konsep dasar sosiologi yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran (sebelum pertemuan terakhir)
Ø Program Pengayaan
Peserta didik yang sudah menguasai materi, mengerjakan soal pengayaan yang telah disiapkan oleh guru berupa pertanyaan-pertanyaan tentang konsep dasar sosiologi. (Guru mencatat dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam pengayaan).
Ø Program Remedial
o   Mengajarkan kembali (re-teaching) materi yang sama, tetapi dengan cara penyajian yang berbeda;
o   Tutoring sebaya, yaitu bentuk perbaikan yang diberikan oleh teman sekelasnya yang pandai, sebab adakalanya siswa lebih mudah menyerap materi pelajaran dari teman akrabnya maupun dari orang yang lebih dekat hubungan emosionalnya dari pada guru yang disegani atau bahkan ditakutinya;
o   Remidial test, guru mengadakan penilaian kembali dengan soal sejenis, atau soal dengan standart yang sama
Jadi dalam hal ini peserta didik yang belum menguasai materi akan dijelaskan kembali oleh guru materi tentang konsep dasar sosiologi. Guru akan melakukan penilaian dengan soal-soal yang sudah dipersiapkan. (pertemuan terakhir)

KEGIATAN PENUTUP
15 menit
Peserta didik :
·        Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran konsep dasar sosiologi yang baru dilakukan.
·        Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran konsep dasar sosiologi yang baru diselesaikan.
·        Mengagendakan materi atau tugas projek /produk /portofolio /unjuk kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
·        Memeriksa pekerjaan siswa  yang selesai  langsung diperiksa untuk materi pelajaran konsep dasar sosiologi.
·        Peserta didik yang  selesai mengerjakan tugas projek /produk /portofolio /unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat,  untuk penilaian tugas projek /produk /portofolio /unjuk kerja pada materi pelajaran konsep dasar sosiologi
·        Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran konsep dasar sosiologi kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik
·        Merencanakan program pengayaan, remedial, dan refleksi diri (sebelum pertemuan terakhir)
·        Menyampaikan mutiara hikmah (pertemuan terakhir)

CATATAN :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam menumbuhkembangkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kecintaan kepada sesama manusia, bersahaja, disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah, tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan, tanah air, dan bangsa Indonesia, serta kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. (Karakter Kepramukaan, Kebangsaan, dan Kewirausahaan)



PERTEMUAN KE 3
Konsep-konsep Dasar Sosiologi – Kalian telah mempelajari sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dengan melihat metode-metode untuk mempelajari ilmu tersebut. Nah, di sini kalian akan diperkenalkan konsep dasar dari sosiologi sehingga kalian akan dapat memahami tentang realitas-realitas sosial yang ada.
a. Masyarakat Sebagai Sistem Sosial
Dari definisi secara umum, jelas terlihat bahwa sosiologi mempelajari masyarakat secara ilmiah dengan objek kajiannya adalah tentang kehidupan kelompok manusia beserta hasil interaksi sosial dari kehidupan kelompok manusia. Secara sederhana objek sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antarmanusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.

Apa yang kalian bayangkan tentang masyarakat? Sejak kecil kita telah hidup di dalam keluarga, mengadakan hubungan dengan orang tua, saudara, ataupun pembantu rumah tangga bila ada. Apakah keluarga merupakan masyarakat?

Dalam bahasa Inggris masyarakat dikenal dengan istilah society yang berasal dari kata Latin socius yang berarti kawan. Sedangkan masyarakat berasal dari bahasa Arab yaitu syarakat yang berarti ikut serta/berpartisipasi. Untuk lebih jelasnya mengenai definisi masyarakat dapat diambil dari beberapa tokoh, antara lain:
1.       Selo Soemardjan memberikan definisi masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan.
2.       Ralp Linton mendefinisikan masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskannya dengan jelas.
3.       Mac Iver dan Page menyebutkan masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan, dan pengawasan tingkah laku serta kebebasan-kebebasan manusia.
4.       Sedangkan menurut Gillin dan Gillin, masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.

Dari beberapa definisi di atas, kalian dapat melihat bahwa masyarakat terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut.
1.       Manusia yang hidup bersama.
2.       Berinteraksi dalam waktu yang cukup lama.
3.       Adanya kesadaran anggotanya sebagai satu kesatuan.
4.       Suatu sistem kehidupan bersama yang menciptakan kebudayaan.

Coba kalian bandingkan unsur-unsur masyarakat tersebut dengan pemikiran dari Marion Levy bahwa ada empat kriteria yang harus dipenuhi agar sebuah kelompok dapat disebut sebagai masyarakat:
1.       Kemampuan bertahan yang melebihi masa hidup seorang anggotanya.
2.       Perekrutan seluruh atau sebagian anggotanya melalui reproduksi atau kelahiran.
3.       Adanya sistem tindakan utama yang bersifat swasembada.
4.       Kesetiaan pada suatu sistem tindakan utama secara bersama-sama.
Selain itu seorang tokoh sosiologi modern, juga mencoba merumuskan kriteria bagi adanya masyarakat, yaitu suatu sistem sosial yang swasembada (self-subsistem), melebihi masa hidup individu normal, merekrut anggota secara reproduksi biologis serta melakukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya.

Ada juga tokoh sosiologi modern, Edwar Shils yang menekankan kriteria masyarakat pada aspek pemenuhan kebutuhan sendiri yang dibaginya dalam tiga komponen yaitu pengaturan, reproduksi sendiri, dan penciptaan diri.

Dari berbagai rumusan masyarakat tersebut dapat kalian artikan bahwa masyarakat secara sosiologis mempunyai makna khusus yang berbeda dengan penggunaan kata sehari-hari karena tidak semua kumpulan manusia di suatu tempat disebut masyarakat.

Masyarakat atau Society adalah sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri, hidup bersama-sama cukup lama, mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama, dan melakukan sebagian besar kegiatannya dalam kelompok tersebut.

Lantas mengapa masyarakat disebut sebagai sistem sosial? Sistem merupakan bagian-bagian yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Sedangkan sistem sosial itu terdiri dari tindakan-tindakan sosial yang dilakukan individu-individu sebagai anggota masyarakat yang saling berinteraksi satu sama yang lain sehingga terwujud keharmonisan dalam masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat disebut sebagai sistem sosial karena tidak hanya terdiri dari kumpulan individu saja tetapi individuindividu yang saling mengadakan interaksi sosial.

b. Kebudayaan sebagai Hasil Karya Manusia
Seperti kita tahu bahwa kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari kebudayaan. Kemajuan kehidupan manusia dilihat dari kebudayaannya. Setiap manusia mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda yang disebabkan oleh banyak faktor. Apa yang dilihat oleh orang dari suatu masyarakat tertentu mungkin akan tampak aneh bagi masyarakat lainnya. Misalnya, cara pakaian orang-orang Amerika atau Eropa tampak berbeda dengan cara pakaian orang-orang Asia. Coba kalian amati gaya bicara masyarakat Batak terdengar keras dan kasar berbeda dengan gaya bicara masyarakat Jawa khususnya Solo dan Yogyakarta yang lembut dan pelan? Bagaimana komentar kalian melihat hal tersebut? Atau ketika melihat masyarakat di Irian Jaya, yang masih menggunakan koteka saja?

Kata kebudayaan berasal dari kata bahasa sansekerta buddhayah yang merupakan bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal, sehingga kebudayaan secara sederhana diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi atau akal. Dalam Bahasa Inggris kebudayaan disebut sebagai culture yang berasal dari kata Latin colere artinya mengolah tanah atau bertani. Dari pengertian colere tersebut maka culture dapat diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah manusia. Beberapa ahli memberikan pengertian kebudayaan sebagai berikut.
§  E.B. Tylor. Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dan kemampuankemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
§  Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. Kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
§  Koentjaraningrat. Koentjaraningrat menyatakan kebudayaan terbagi dalam tiga wujud, yaitu: a) Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya biasa disebut sistem budaya. Ini merupakan wujud ideal dari kebudayaan yang mempunyai ciri-ciri abstrak, tak dapat diraba, atau difoto. Misalnya, sebuah hasil pemikiran yang tertuang dalam buku atau artikel maka yang lokasi kebudayaannya ideal ada pada buku atau artikel tersebut. b) Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat, disebut sistem sosial. Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan lain menurut waktu dan pola tertentu berdasarkan adat tata kelakuan. c) Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Ini jelas sekali karena merupakan kebudayaan fisik, dapat terlihat dan diraba, seperti Candi Borobudur. Seperti dalam konsep masyarakat, menurut C. Kluckhon ada tujuh unsur kebudayaan yang biasa disebut cultural universals, meliputi: 1) Peralatan dan perlengkapan hidup manusia. Unsur budaya ini terdiri dari alat-alat produksi, senjata, wadah, alat untuk menyalakan api, pakaian, perumahan. 2) Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi. Misalnya peternakan, pertanian, industri, nelayan, sistem konsumsi, sistem distribusi, sistem produksi. 3) Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, sistem perkawinan). 4) Bahasa baik lisan maupun tertulis. 5) Kesenian. Kesenian berupa gagasan-gagasan, ciptaan, pikiran wujudnya dapat berupa benda-benda yang indah dna candi, kain tenun. Contoh: Seni rupa, seni suara, seni gerak. 6) Sistem pengetahuan. Meliputi teknologi dan kepandaian dalam hal tertentu misalnya, pada masyarakat nelayan, ada pengetahuan tentang musim perpindahan ikan dan sebagainya. 7) Religi (sistem kepercayaan). Sistem relegi berwujud sebagai sistem keyakinan dan gagasangagasan tentang tuhan, dewa-dewa, ruh-ruh halus dan surga juga upacara atau benda-benda suci serta religius. Setiap kebudayaan yang diciptakan oleh manusia memiliki sifat hakikat yang sama, yaitu: 1) Kebudayaan terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia. 2) Kebudayaan telah ada terlebih dahulu mendahului lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan. 3) Kebudayaan diperlukan manusia kemudian diwujudkan dalam tingkah lakunya. 4) Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajibankewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakantindakan yang dilarang, dan tindakan-tindakan yang diizinkan



Soal  : Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas!
1.       Mengapa Sosiologfi dapat digolongkan sebagai Ilmu Pengetahuan
2.       Apakah Latar Belakang Lahirnya Sosiologi ?jelaskan!
3.       Apa Saja Kajian Ilmu Sosiologi !
4.       Sosiologi  bersifat Komulatif .Jelaskan Artinya!
5.       Siapakah yang memperkenalkan sosiologi di Indonesia ?  Pada tahun berapakah diperkenalkan nya ??
6.       Mengapa Pengetahuan sosiologi perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ?
7.       Sebutkan 3 kegunaan sosiologi dalam pembangunan !
8.       Sebutkan 2 manfaat  pengetahuan sosiologi bagi  kehidupan seseorang dalam masyarakat?
9.       Sebutkan 3 kegunaan sosiologi dalam kehidupan sehari-hari
10.   Sebutkan sifat hakekat ilmu sosiologi