Jumat, 22 Mei 2020

LATIHAN SOAL-SOAL SOSIOLOGI

Perremuan ke 4
kelas 10 IPS 3
Materi                                       LATIHAN SOAL-SOAL SOSIOLOGI


1. Nugroho hanya pernah menyontek sekali selama menjadi siswa. Hal ini dapat digolongkan sebagai penyimpangan primer karena ….
(A) menyontek dilakukan berulang
(B) menyontek sama sekali tidak bisa ditoleransi
(C) menyontek memiliki sanksi
(D) menyontek masih bisa dimaafkan dan tidak dilakukan berulang
(E) Andri disukai guru-guru
2. Tyo tidak mau menerima hukuman yang diberikan oleh gurunya setelah ia mengucapkan kata-kata kasar beberapa kali di dalam kelas. Alasannya menolak diberikan hukuman adalah karena menurutnya hal-hal yang ia katakan selama ini dianggap wajar di rumahnya. Hal yang mendorong Tyo untuk menyimpang adalah ….
(A) niat buruk
(B) kebiasaan
(C) sikap menyimpang
(D) sosialisasi tidak sempurna
(E) labelisasi
3. Seorang anak yang terus berlaku nakal karena ia merasa sudah terlanjur dijuluki nakal oleh orang-orang di sekitarnya. Contoh tersebut mewakili penjelasan dari teori ….
(A) differential association
(B) labeling
(C) penyimpangan primer
(D) penyimpangan sekunder
(E) konformitas
4. Lembaga sosial yang kegiatannya terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia ialah ….
(A) kinship and domestic institutions
(B) religion institutions
(C) political institutions
(D) educational institutions
(E) somatic institutions
5. Lembaga sosial identik dengan seperangkat norma yang dapat dibentuk, diubah, dan dipertahankan sesuai dengan ….
(A) sanksi
(B) keinginan individu
(C) asumsi keteraturan
(D) kebutuhan
(E) nilai dasar 
6. Proses yang terjadi pada saat norma telah menjadi bagian dari salah satu lembaga sosial disebut ….
(A) pelembagaan
(B) akulturasi 
(C) sosialisasi
(D) perubahan 
(E) normatif
7. Dalam kegiatan penelitian, dugaan awal yang kebenarannya belum diketahui disebut dengan istilah ….
(A) kesimpulan
(B) hipotesis
(C) sampel
(D) metode penelitian
(E) variabel
8. Sebuah penelitian memiliki judul “Dampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Prestasi Siswa”. Variabel dependen dalam penelitian tersebut adalah ….
(A) manfaat teknologi
(B) penggunaan media sosial
(C) prestasi siswa
(D) pengaruh buruk media sosial
(E) motivasi belajar
9. Penalaran dalam penelitian kuantitatif bersifat ….
(A) induktif
(B) deduktif
(C) intuitif
(D) naratif
(E) adaptif 
10. Berbagai bentuk westernisasi dan modernisasi adalah.
a. Westernisasi bersifat individualistis, modernisasi materialistis
b. Westernisasi meniru budaya absolut Barat, modernisasi masih didasarkan pada norma dan agama
c. Westernisasi adalah westernisasi absolut, modernisasi dalam bentuk setengah hal
d. Westernisasi lebih umum, modernisasi hanya di daerah-daerah tertentu
e. Westernisasi itu mudah, tetapi modernisasi itu sulit

Jawablah pertanyaan ini dengan singkat dan jelas!
1. Mengapa Kita harus menjaga silaturahmi antara sesama masyarakat sosial.
2. Buat Peta konsep tentang Interaaksi Sosial.
3 .Buatlah contoh kasua tentang masalah sosial yang ada di indonesia
4. Buatlah contoh kasus tentang Kenakalan Remaja .
5.Buat Kesimpulan tentang Pemasalahan yaang paling banyak di indonesia .


                                 "Selamat  Mengerjakan "

Rabu, 20 Mei 2020

" MODERNISASI DAN GLOBALISASI"

Pertemuan1
Kelas 12 IPS 1.2,dan 3
Materi

                                                          MODERNISASI DAN  GLOBALISASI
  1. MODERNISASI
    Pengertian Modernisasi
    Kata modernisasi dengan kata dasar modern berasal dari bahasa latin modernus yang dibentuk dari kata modo dan ernus. Modo berarti cara dan ernus menunjuk pada adanya periode waktu masa kini. Modernisasi berarti proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat modern. Modernisasi dapat pula berarti perubahan dari masyarakat tradisional menuju masyarakat yang maju. Modernisasi tidak sama dengan westernisasi. Westernisasi adalah peniruan secara mutlak pengaruh kebudayaan barat yang masuk. Modernisasi pun bukan sekularisasi. Sekularisasi adalah suatu proses pemisahan antara nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai duniawi.

Berikut beberapa pendapat para sosiolog tentang pengertian modernisasi.

1. Koentjaraningrat mendefinisikan modernisasi sebagai usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan keadaan dunia sekarang
2. Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang biasanya terarah dan didasarkan pada suatu perencanaan (social planning)
3. Astrid S. Susanto, modernisasi adalah suatu proses pembangunan yang memberikan kesempatan kea rah perubahan demi kemajuan

Ciri Manusia Modern
Menurut Alex Inkeles, terdapat 9 ciri manusia modern
1. Memiliki sikap hidup untuk menerima hal-hal yang baru dan terbuka untuk perubahan
2. Memiliki keberanian untuk menyatakan pendapat atau opini mengenai lingkungannya sendiri atau kejadian yang terjadi jauh di luar lingkungannya, serta dapat bersikap demokratis
3. Menghargai waktu dan lebih banyak berorientasi ke masa depan daripada masa lalu
4. Memiliki perencanaan dan pengorganisasian
5. Percaya diri
6. Perhitungan
7. Menghargai harkat hidup manusia lain
8. Percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi
9. Menjungjung tinggi sikap dimana imbalan yang diterima seseorang harus sesuai dengan prestasinya dalam masyarakat

Syarat-Syarat Modernisasi
Menurut Soerjono Soekanto terdapat beberapa syarat modernisasi

1. Cara berpikir ilmiah (scientific thinking) yang sudah melembaga dan tertanam kuat dalam kalangan pemerintah maupun masyarakat luas
2. Sistem administrasi negara yang baik dan benar-benar mewujudkan birokrasi
3. Sistem pengumpulan data yang baik, teratur, dan terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu seperti BPS (Biro Pusat Statistik)
4. Penciptaan iklim yang menyenangkan (favourable) terhadap modernisasi terutama media masa
5. Tingkat organisasi yang tinggi, terutama disiplin diri
6. Sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial (social planning) yang tidak mementingkan kepentingan pribadi atau golongan

Sikap Mental Manusia Modern

Sikap mental dan budaya suatu masyarakat sangat menentukan diterima atau ditolaknya suatu perubahan atau modernisasi. Sikap mental yang dapat menjadi pendorong modernisasi antara lain adalah rajin, tepat waktu, berani mengambil resiko, disiplin, kompetitif, adil, jujur, toleran, dan peduli lingkungan.

Gejala-Gejala Modernisasi
1. Bidang budaya, ditandai dengan semakin terdesaknya budaya tradisional oleh masuknya pengaruh budaya dari luar, sehingga budaya asli semakin pudar.
2. Bidang politik, ditandai dengan semakin banyaknya negara yang lepas dari penjajahan, munculnya negara-negara yang baru merdeka, tumbuhnya negara-negara demokratis, lahirnya lembaga-lembaga politik, dan semakin diakuinya hak-hak asasi manusia.
3. Bidang ekonomi, ditandai dengan semakin kompleksnya kebutuhan manusia akan barang-barang dan jasa sehingga sektor industri dibangun secara besar-besaran untuk memperoduksi barang.
4. Bidang sosial, ditandai dengan semakin banyaknya kelompok baru dalam masyarakat, seperti kelompok buruh, kaum intelektual, kelompok manajer, dan kelompok ekonomi kelas.
  • GLOBALISASI
    Modernisasi menjadikan masyarakat lebih maju baik dalam bidang pendidikan, ekonomi maupun teknologi. Dengan adanya teknologi, komunikasi dan transformasi berkembang pesat, dengannya pergerakan informasi lebih mudah dan cepat. Perubahan tersebut berdampak pada hubungan antarnegara. Antaran negara satu dan lainnya seolah tidak terdapat batas lagi. Hal tersebutlah yang menandai terjadinya globalisasi.

Pengertian Globalisasi
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya popular, dan bentuk-bentuk interaksi lain. Dengan kata lain, kemunculan sebuah system ekonomi dan budaya global yang membuat manusia di seluruh dunia menjadi sebuah masyarakat tunggal yang global. Cohen dan Kennedy berpendapat bahwa globalisasi adalah “seperangkat transformasi yang saling memperkuat” dunia, yang meliputi hal-hal berikut.
1. Perubahan dalam konsep ruang dan waktu
2. Pasar dan produksi ekonomi di Negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan, pembagian pekerjaan yang baru secara internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam Word Trade Organization (WTO)
3. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televise, film, music, dan transmisi berita dan olahraga internasional)
4. Meningkatnya masalah bersama,
a. Ekonomi
b. Lingkungan
c. Permasalahan lazim lainnya seperti Aids, flu babi, flu burung, perdagangan obat terlarang, terorisme internasional

Proses Terjadinya Globalisasi
Globalisas sebagai fenomena abad ke 20 ini dapat dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. Padahal interaksi antarbangsa di dunia telah ada selama berabad-abad. Benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan antarnegara sekitar tahun 1000 dan 1500 SM. Saat itu pedagang dari Cina dan India mulai menelusuri negara lain. Selanjutnya ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan Afrika. Fase selanjutnya adalah eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh bangsa Eropa. Didukung pula dengan terjadinya revolusi industri yang meningkatkan keterkaitan antarbangsa didunia. Pada saat itu berkembang pula kolonialisasi yang membawa pengaruh besar terhadap difusi (penyebaran) antarkebudayaan di dunia.
Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapatkan momentumnya ketika Perang Dingin berakhir dan komunisme dunia runtuh. Implikasinya, Negara-negara di dunia mulai menyediakan diri sebagai pasar yang bebas. Hal ini didukung pula dengan perkembangan teknologi komunikasi dan transfortasi. Alhasil, sekat-sekat antarnegara pun mulai kabur.
  • GEJALA MODERNISASI DAN GLOBALISASI DI INDONESIA
    Dapat dilihat dalam berbagai bidang kehidupan, mencakup bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang ekonomi, bidang politik dan bidang agama.
  •  
  • DAMPAK MODERNISASI DAN GOBALISASI DI INDONESIA
    Ada beberapa dampak modernisasi dan globalisasi di Indonesia disamping membengkaknya biaya sosial (social cost) akibat dari ketidaksiapan bangsa Indonesia dalam menghadapi perubahan-perubahan yang ditimbulkan oleh pembangunan. Disamping itu, perkembangan teknologi yang begitu pesat seringkali tidak diimbangi dengan perubahan tata nilai dan norma dalam masyarakat (cultural lag). Selain culture lag, teknologi modern yang dihasilkan pembangunan juga menimbulkan efek samping yang justru bertentangan dengan kemajuan, seperti pergeseran nilai, norma, perilaku, dan lembaga. Selain itu terdapat beberapa dampak atau akibat lainya, diantaranya.
    Urbanisasi
    2. Kesenjangan sosial ekonomi
    3. Pencemaran lingkungan alam
    4. Kriminalitas
    5. Lunturnya eksistensi jati diri bangsa
  • TANTANGAN MASA DEPAN BANGSA
    Globalisasi merupakan tantangan besar bagi setiap bangsa. Di satu sisi, setiap bangsa tidak ingin tergilas oleh arus globalisasi yang akan melunturkan identitas jati dirinya. Namun di sisi lain, tidak mungkin baginya untuk menutup diri di tengah ketergantungannya kepada bangsa lain. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa upaya yakni menjalin kerjasama antarnegara terutama negara-negara berkembang untuk mengendalikan arus globalisasi ini. Dalam bidang budaya, harus ada upaya untuk mendorong berkembangnya potensi-potensi budaya lokal masyarakat. Disamping itu, pendidikan merupakan jembatan emas menuju suatu masyarakat cerdas, bermoral, dan berbudaya                                      Skematika /Peta konsep tentang Sosiologi 

                    Beberapa  Skematika Atau Peta  Konsep  Tentang Materi  Sosiologi gabungan beberapa bab .

Selasa, 19 Mei 2020

MOBILITAS SOSIAL

Pertemuan ke 4
Kelas 11 IPS 1
Materi
                                              MOBILITAS SOSIAL

 Mobilitas Sosial Pengertian Umum :

 Gerak sosial (Mobilitas sosial) adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Mobilitas berasal dari bahasa latin mobilis yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Kata sosial yang ada pada istilah tersebut mengandung makna gerak yang melibatkan seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial. Jadi, mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain.

 Bentuk-bentuk mobilitas sosial Dilihat dari arah pergerakannya terdapat dua bentuk mobilitas sosial,
yaitu mobilitas sosial vertikal dan mobilitas sosial horizontal. Mobilitas social vertical dapat dibedakan lagi menjadi social sinking dan social climbing. Sedangkan mobilitas horizontal dibedakan menjadi mobilitas social antarwilayah (geografis) dan mobilitas antargenerasi.

Mobilitas vertical

 Mobilitas Vertika : adalah perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok orang pada lapisan sosial Øyang berbeda. Mobilitas vertikal mempunyai dua bentuk yang utama :   Mobilitas vertikal ke bawahØMobilitas vertikal keatas  

Mobilitas vertical ke atas (Sosial Climbing) Mobilitas vertical ke atas (Sosial Climbing) Sosial climbing adalah mobilitas yang terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang Sosial climbing memiliki bentuk, yaitu Naiknya orang-orang berstatus sosial rendah ke status sosial yang lebih tinggi, dimana status itu telah tersedia.
Contoh: A adalah seorang guru sejarah di salah satu SMA. Karena memenuhi persyaratan, ia diangkat menjadi kepala sekolah.

Mobilitas vertikal ke bawah (Social sinking) Mobilitas vertikal ke bawah (Social sinking) Sosial sinking merupakan proses penurunan status atau kedudukan seseorang. Proses sosial sinking sering kali menimbulkan gejolak psikis bagi seseorang karena ada perubahan pada hak dan  Turun nyaØkewajibannya.
Sosial sinking dibedakan menjadi dua bentuk :  kedudukan seseorang ke kedudukan lebih rendah. Contoh: seorang prajurit dipecat karena melakukan tidakan pelanggaran berat ketika melaksanakan  Tidak dihargainya lagi suatu kedudukan sebagai lapisanØtugasnya.  sosial. Contoh Tim Juventus terdegradasi ke seri B.

Mobilitas horizontal Mobilitas Horizontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama. Dengan kata lain mobilitas horisontal merupakan peralihan individu atau obyek-obyek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Ciri utama mobilitas horizontal adalah tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang dalam mobilitas sosialnya.

Mobilitas sosial

Mobilitas sosial horizontal dibedakan dua bentuk  antar wilayah/ geografis Gerak sosial ini adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah lain seperti transmigrasi, qurbanisasi, dan migrasi.Cara untuk melakukan mobilitas sosial  Mobilitas antargenerasi Mobilitas antargenerasi secara umum berarti mobilitas dua generasi atau lebih, misalnya generasi ayah-ibu, generasi anak, generasi cucu, dan seterusnya.

Hubungan Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial Seperti yang dijelaskan diatas bahwa mobilitas sosial merupakan perpindahan status ataukedudukan dari satu lapisan ke lapisan yanhg lain. Perpindahan tersebut terjadi dalam suatu struktur sosialyang berdimensi vertikal, artinya mudah-tidak nya seseorang melakukan mobilitas sosial tergantung dari struktur sosial masyarakatnya.

                    Faktor-faktor Pendorong dan Penghambat Mobilitas Sosial

Faktor Pendorong Mobilitas Sosial :
 A. Faktor Struktural Faktor struktural adalah jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus diisi serta kemudahan untuk memperolehnya.
 B. Faktor Individu Faktor individu adalah kualitas seseorang, baik ditinjau dari segi tingkat pendidikan, penampilan, maupun keterampilan pribadi.
C. Status Sosial Setiap manusia dilahirkan dalam status sosial yang dimiliki oleh orang tuanya, karena ketika ia dilahirkan tidak ada satu manusia pun yang memiliki statusnya sendiri.

D. Keadaan Ekonomi Keadaan ekonomi dapat menjadi pendorong terjadinya mobilitas sosial.
E.Situasi Politik Situasi Politik dapat menyebabkan terjadinya mobilitas sosial suatu masyarakat dalam sebuah negara.
F. Kependudukan (Demografi) Faktor kependudukan biasanya menyebabkan mobilitas dalam arti geografik
G. Keingina Melihat Daerah Lain Adanya keingina melihat daerah lain mendorong masyarakat untuk melangsungkan mobilitas geografik dari satu tempat ke tempat yang lain.
 H. Perubahan kondisi sosial Struktur kasta dan kelas dapat berubah dengan sendirinya karena adanya perubahan dari dalam dan dari luar masyarakat.
 I. Ekspansi teritorial dan gerak populasi Ekspansi teritorial dan perpindahan penduduk yang cepat membuktikan cirti fleksibilitas struktur stratifikasi dan mobilitas sosial. J.Komunikasi yang bebas Situasi-situasi yang membatasi komunikasi antarstrata yang beraneka ragam memperkokoh garis pembatas di antara strata yang ada dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara mereka dan akan mengahalangi mobilitas social
K. Pembagian kerja Besarnya kemungkinan bagi terjadinya mobilitas dipengaruhi oleh tingkat pembagian kerja yang ada.
L. Kemudahan dalam akses pendidikan Jika pendidikan berkualitas mudah didapat, tentu mempermudah orang untuk melakukan pergerakan/mobilitas dengan berbekal ilmu yang diperoleh saat menjadi peserta didik

 Kemiskinan Faktor ekonomi dapatqFaktor penghambat mobilitas sosial  membatasi mobilitas sosial. Bagi masyarakat miskin, mencapai status  Diskriminasi Kelas Sistem sosial tertentu merupakan hal sangat sulit  kelas terturup dapat menghalangi mobilitas ke atas, terbukti denga adanya pembatasab keanggotaan suatu orgnisasi tertentu dengan berbagai  Perbedaan Ras dan Agama

Dalam sistem kelas syarat dan ketentuan.  tertutup dapat memungkinkan terjadinya mobilitas vertikal ke atas. Dalam agama tidak dibenarka seseorang dengan sebebas-bebasnya dan sekehendak  Perbedaan jenisqhatinya berpindah-pindah agama sesuai keinginannya.  kelamin (Gender) Dalam masyarakat, pria di pandang lebih tinggi derajatnya dan cenderung menjadi lebih mobil daripada wanita. Perbedaan ini mempengaruh dala mencapai prestasi, kekuasaan, status sosial, dan  Faktor Pengaruh Sosialisasiqkesempatan-kesempatan dalam masyarakat.  yang Sangat kuat Sosialisasi yang sangat atau terlampau kuat dalam suatu masyarakat dapat menghambat proses mobilitas sosial.
 Terutama berkaitan  Perbedaan Kepentinganqdengan nilai-nilai dan adat yang berlaku.  Adanya perbedaan kepentingan antarindividu dalam sutu struktur organisasi menyebabkan masing-masing individu saling bersaing untuk memperebutkan sesuatu.

 Mendorong Seseorang untukuDampak Mobilitas Sosial Dampak Positif :  lebih maju Terbukanya kesempatan untuk pindah dari strata ke strata yang lain menimbulkan motivasi yang tinggi pada diri seseorang untuk umaju dalam berprestasi agar memperoleh status yang lebih tinggi.  Mempercepat Tingkat Perubahan Sosial Masyarakat ke Arah yang Lebih Baik Mobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.
 Contoh: Indonesia yang sedang mengalami perubahan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. Perubahan ini akan lebih cepat terjadi jika didukung oleh sumber daya yang memiliki kualitas. Kondisi ini perlu didukung dengan peningkatan dalam bidang pendidikan.

  Dampak negatif Timbulnya Konflik Konflik yang ditimbulkan olehu mobilitas sosial dapat dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu sebagai berikut. :

 1)Konflik Antarkelas Dalam masyarakat terdapat lapisan-lapisan. Kelompok dalam lapisan tersebut disebut kelas sosial. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antarkelas sosial, maka bisa memicu terjadinya konflik antar kelas.
 2) Konflik Antarkelompok sosialKonflik yang menyangkut antara kelompok satu dengan kelompok yang lainnya. Konflik ini dapat berupa: a. Konflik antara kelompok sosial yang masih tradisional dengan kelompok sosial yang modern b. Proses suatu kelompok sosial tertentu terhadap kelompok sosial yang lain yang memiliki wewenang
 3) Konflik Antargenerasi Konflik yang terjadi karena adanya benturan nilai dan kepentingan antara generasi yang satu dengan generasi yang lain dalam mempertahankan nilai-nilai denga nilai-nilai baru yang ingin mengadakan perubahan.

Bab V  KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL

macam kelompok sosial dalam masyarakat multikultural Menurut Mac Iver dan Page kelompok adalah sejumlah individu yang saling berinteraksi satu sama lain. Para ahli yang lain juga memberi batasan tentang kelompok yakni suatu kehidupan bersama individu dalam suatu ikatan. Ikatan hidup bersama tersebut adanya interaksi dan interrelasi sosial yang memungkinkan timbulnya perasaan bersama.

1. KELOMPOK SEMU

Kelompok semu adalah kelompok yang lahir dalam masyarakat akan tetapi sifatnya tidak ajeg, kecil kemungkinan untuk membentuk tradisi serta kesadaran kelompok dan tidak ada suatu keinginan untuk mempererat ikatan anggotanya.

 Ciri-ciri kelompok semu adalah
a. Tanpa rencana dan terbentuknya secara spontan.
b. Tanpa wadah tertentu untuk mengorganisir.
c. Kelangsungan interaksi, interrelasi serta komunikasi secara ajeg, tidak kita jumpai.

2. KELOMPOK NYATA

Kelompok ini mempunyai perbedaan ciri-cirinya, jika dilihat dari terbentuknya kelompok ini memiliki bermacam-macam bentuk, namun memiliki satu ciri yang sama yakni : kehadiran selalu konstan.

Bentuk Kelompok nyata terdiri sebagai berikut :

a. Kelompok statistik Ciri-ciri terbentuknya kelompok ini adalah :
1. Tanpa terencana, tanpa disengaja, tetapi sudah terbentuk dengan sendirinya
2. Tak terorganisir dalam suatu wadah tertentu
3. Tak ada interaksi, interrelasi dan komunikasi secara ajeg

b. Kelompok sosieta Ciri-ciri terbentuknya kelompok ini adalah :
1. Tanpa rencana dan disengaja terbentuk dengan sendirinya
2. Terhimpun dalam suatu wadah tertentu
3. Kemungkinan adanya interaksi, intrerelasi dan komunikasi

c. Kelompok Sosial
 Kelompok sosial menurut Robert K Merton yaitu sekumpulan orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan.

 Ciri-ciri terbentuknya kelompok ini adalah :
1. Terbentuk dengan sendirinya
2. Ada wadah yang memungkinkan menampung mereka
3. Ada interaksi dan interrelasi, sehingga terjadinya komunikasi yang intern

d. Kelompok asosiasi
 Ciri-ciri terbentuknya kelompok ini adalah :
 1. Terencana atau memang disengaja dibentuk
 2. Terorganisir secara nyata dalam suatu wadah
3. Ada interaksi dan interrelasi secara ajeg

3. KELOMPOK PRIMER DAN SEKUNDER
 Konsep tentang kelompok primer dikenalkan oleh Charles Horton Cooley pada tahun 1909 di Amerika Serikat. Kelompok primer meliputi dua orang atau lebih yang mempunyai hubungan akrab dan erat satu sama lain. Kelompok primer dimudahkan dengan anggota kelompok primer dapat melakukan kontak face to face, kecilnya kelompok, kontak yang mendalam terus menerus.

4. KELOMPOK DALAM DAN KELOMPOK LUAR

Kelompok dalam ( In Group ) ialah satuan sosial dimana individu menjadi bagian dari padanya, atau dengannya mereka mengidentifikasikan diri.

 Identifikasi diri ini berdasarkan kepentingan tergantung dari keadaan dan persyaratan tertentu. Misalnya, seseorang individu secara tak langsung menggolongkan dirinya sebagai kelompok kami ( in Group ).

Kelompok luar ( Out Group ) adalah merupakan satuan sosial dimana individu tidak merupakan bagian daripadanya, atau yang dengannya mereka tidak mengidentifikaikan diri.
 Sikap anggota out group selalu ditandai perbedaan atau sering dengan adanya pertentangan.

 5. GEMAINSCHAFT DAN GESELLSCHAFT
Kedua kelompok ini lahir dari karya besar sosiolog Jerman yaitu Ferdinand Tonnies (1845-1936) yang berjudul Gemainschaft Und Gesellschaft.
 a. Gemainschaft Kelompok ini bersumber pada anggapan bahwa dalam setiap diri individu terdapat unsur easenwillen yaitu unsurkemauan manusia yang berakar dari naluri kemudian menjadi kuat dan sempurna sebagai kebiasaan bersifat irrasional dan implusif.
b. Gesellschaft Kelompok ini bersumber pada anggapan bahwa dalam setiap diri individu terdapat unsur yang disebut Kurwillen. Yaitu unsur kemauan manusia yang berakar pada sikap, tin gkah laku, dan perbuatan berdasarkan pertimbangan akal dan pikiran tertentu dan bersifat rasional.

6. Formal Group dan Informal Group
Formal Group adalah kelompok-kelompok yang mempunyai peraturan-peraturan yang tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya. Contohnya adalah perkumpulan pelajar, himpunan wanita suatu instansi pemerintah, persatuan sarjana-sarjana dari suatu perguruan tinggi tertentu dan sebagainya.

7. MEMBERSHIP GROUP DAAN REFERENCE GROUP Membership Group merupakan kelompok dimana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut. Namun untuk menentukan keanggotaan secara fisik tidak dapat dilakukan secara mutlak, hal ini disebabkan karena perubahan-perubahan keadaan yang dappat mempengaruhi derajat interaksi didalam kelompok.

8. Community dan Society Community adalah suatu persekutuan hidup yang oleh polak, disbutnya sebagi oraganisasi total kehidupan sosial dlam suatu wilayah tertentu. 9. ORGANISASI SOSIAL Stephen Robins ( 1995 ) mendefinisikan organisasi sebagai kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan batasan yang relatif, yang diidentifikasikan yang bekerja relatif terus menerus, untuk mencapai tujuan bersama.

10. KELAS SOSIAL Menurut Soerjono Soekanto,
 pengertian kelas sosial hampir sama dengan lapisan sosial, yaitu penentuan kedudukan seseorang dimasyarakat berdasarkan ekonomi seperti dilihat pada faktor uang, tanah, atau kekuasaan.

 11. KASTA
Istilah kasta dipakai untuk menyebut setiap lapisan dalam masyarakat yang sifatnya turun menurun dan diperolehnya status ini sejak lahir secara permanen tanpa mengalami perubahan sampai dia meninggal dunia. Seperti pada masyatrakat Bali. Disana masyarakat terbagi menjadi emapat lapisan, yaitu : Brahmana, Satria, Waisya, dan Sudra.Sistem kasta ini makin jelas dan makin diperkuat oleh adat istiadat dan agama.

12. LEMBAGA
 Lembaga berarti suatu sistem norma untuk mencapai tujuan tertentu yang oleh masyarakat dianggap penting. Sistem norma tersebut mencakup gagasan, aturan, tata cara kegiatan, dan ketentuan sanksi ( reward system ).

 Ciri-ciri lembaga sosial menurut Gillin dan Gillin yaitu :
1. Pola pemikiran dan perilaku yang terwujud dalam aktivitas-aktivitas masyarakat beserta hasil-hasilnya.
2. Mempunyai suatu tingkat kekekalan tertentu.
3. Mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
4. Mempunyai alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan lembaga tersebut.

Penugasan !
1. Buat Skematika berdasarkan Materi Diatas .
2 .But Kesimpulan  Tentang Ringkasan Materi Diatas .

                                        “Selamat Mengerjakan “


                 

METODE PENELITIAN SOSIAL

Pertemuan ke 3
kelas 10 IPS 2
Materi



                                               METODE PENELITIAN SOSIAL

                      

Pengertian Metode Penelitian

adalah tata cara bagaimana suatu penelitian akan dilaksanakan. Metode penelitian ini sering dikacaukan dengan prosedur penelitian atau teknik penelitian. Hal ini disebabkan karena ketiga hal tersebut saling berhubungan dan sulit dibedakan.
Metode penelitian membicarakan megenai tata cara pelaksanaan penelitian, sedangkan prosedur penelitian membicarakan alat-alat yang digunakan dalam mengukur atau mengumpulkan data penelitian. Dengan demikian, metode penelitian melingkupi prosedur penelitian dan teknik penelitian.

Pengertian Penelitian

Kata penelitian adalah terjemahan dari kata dalam Bahasa Inggris re-search, yang berasal dari suku kata re (kembali) dan to search (mencari). Jadi, research berarti mencari kembali suatu pengetahuan. Dari pendapat para ahli tentang definisi penelitian dapat kiranya kita simpulkan bahwa penelitian adalah suatu penyelidikan terorganisasi, atau penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta untuk menentukan sesuatu.
1.     MacamTujuanPenelitian

Terdapat bermacam tujuan penelitian, dipandang dari usaha untuk membatasi ini, yaitu:
a.Eksplorasi
b.Deskripsi
c.Prediksi
d.Eksplanasi
e. Aksi

2.     FungsiPenelitian

Fungsi penelitian adalah mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta memberikan alternatif bagi kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah.

1.Mendiskripsikan,memberikan,dataatauinformasi.
2.Menerangkan data atau kondisi atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau
3.Menyusunteori,
4. Meramalkan, mengestimasi, dan memproyeksi suatu peristiwa yang mungkin terjadi berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dikumpulkan,
5. informasi yang didapat akan sangat berarti dalam memperkirakan kemungkinan yang akanterjadiuntukmelaluimasaberikutnya.
6. Mengendalikan peristiwa maupun gejala-gejala yang terjadi.

3.     ManfaatMetodePenelitianSosial

1. Penjajagan (ekploratif), yaitu berguna untuk mencari-cari kemungkinan terbaik dalam memecahkan problema sosial, sehingga sifatnya masih mencoba dan terbuka.
2. Deskriftif, yaitu berguna untuk pengukuran yang cermat terhadap penomena sosial tertentu.
3. Eksplanatori, yaitu berguna untuk menjelaskan sebab-sebab yang melatarbelakangi suatu keadaantertentu.
4. Evaluatif, yaitu berguna untuk mengetahui seberapa jauh tujuan yang ditetapkan pada awalprogramsudahtercapai.
5. Prediktif, yaitu berguna untuk meramalkan kejadian atau fenomena soaial tertentu yang akanterjadi

F.JenisJenisMetodePenelitian
Jenis jenis metode penelitian terkait dengan jenis penelitiannya sendiri sebagai berikut.

1.MetodeHistoris
Metode historis merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode historis bertujuan untuk merekonstruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan, menilai, memverifikasi dan mensintesiskan bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai konklusi yang dapat dipertahankan, seringkali dalam hubungan hipotesis tertentu. Dengan demikian, penelitian dengan metode historis merupakan penelitian yang kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan, serta pengalaman di masa lampau dan menimbang secara teliti dan hati-hati terhadap validitas dari sumber-sumber sejarah serta interprestasidarisumber-sumberketerangantersebut.

2.MetodeDeskriptif
Metode deskriptif merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode penelitian deskriptif bertujuan untuk mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada, mengindetifikasi masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang berlaku, membuat perbandingan atau evaluasi dan menetukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dankeputusanpadawaktuyangakandatang.
Dengan demikian metode penelitian deskriptif ini digunakan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu, dalam hal ini bidang secara aktual dan cermat. Metode deskriptif bukan saja menjabarkan (analitis), akan tetapi juga memadukan. Metode penelitian deskriptif pada hakikatnya adalah mencari teori, bukan menguji teori. Metode inimenitikberatkanpadaobservasidansuasanaalamiah.

3.MetodeKorelasional
Metode korelasional merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode korelasional merupakan kelanjutan metode deskriptif. Pada metode deskriptif, data dihimpun, disusun secara sistematis, faktual dan cermat, namun tidak dijelaskan hubungan diantara variabel, tidak melakukan uji hipotesis atau prediksi. Pada metode korelasional, hubungan antara variabel dteliti dan dijelaskan. Hubungan yang dicari ini disebut sebagai korelasi. Jadi, metode korelasional mencari hubungan di antara variabel-variabel yang diteliti. Tujuan metode korelasi yaitu untuk meneliti sejauh mana variabel pada satu vektor yangberkaitandenganvariasipadafaktorlainnya.

4.MetodeEksperimental
Metode eksperimental merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode eksperimental merupakan metode penelitian yang memungkinkan peneliti memanipulasi variabel dan meneliti akibat-akibatnya. Pada metode ini variabel-variabel dikontrol sedemikian rupa, sehingga variabel luar yang mungkin mempengaruhi dapat dihilangkan.
Metode eksperimental bertujuan untuk mencari hubungan sebab akibat dengan memanipulasikan satu atau lebih variabel, pada satu atau lebih kelompok eksperimental dan membandingkan hasilnya dengan kelompok kontrol yang tidak mengalami manipulasi. Manipulasi adalah mengubah secara sistematis sifat-sifat atau nilai-nilai variabel bebas. Kontrol merupakan kunci metode eksperimental, sebab tanpa kontrol manipulasi dan observasi akan menghasilkan data yang meragukan.

5.MetodeKuasiEksperimental
Metode kuasi eksperimental merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode kuasai eksperimental hampir menyerupai metode ekperimental, hanya pada metode ini, peneliti tidak dapat mengatur sekehendak hati variabel bebasnya.
Metode kuasi eksperimental mempunyai dua ciri, yaitu sebagai berikut : (1) peneliti tidak mampu meletakkan subjek secara random pada kelompok eksperimental atau kelompok kontrol. Yang dapat dilakukan peneliti adalah mencari kelompok subjek yang diterpa variabel bebas dan kelompok lain yang tidak mengalami variabel bebas. (2) Peneliti tidak dapat mengenakan variabel bebas kapan dan kepada siapa saja yang dikendakinya.

                                                      Penelitian Sosial

A. Rancangan Penelitian Sosial

Penelitian ialah usaha menarik kesimpulan yang bisa dipercaya kebenarannya, dilakukan secara sadar dan teliti menurut prosedur ilmiah tertentu. Nah, kalau penelitian sosial, dilansir dari wikipedia.org, adalah istilah yang digunakan untuk penyelidikan yang dirancang guna menambah pengetahuan sosial, gejala sosial, atau praktik sosial.
Istilah sosial ini mengacu pada hubungan antara orang-orang, kelompok seperti keluarga, institusi, atau lingkungan yang lebih besar.
Jadi, biasanya yang dijadikan topik dalam penelitian sosial ialah gejala-gejala sosial yang menyangkut individu (seperti kepuasan kerja), kelompok (seperti kepemimpinan), masyarakat (seperti struktur sosial), institusi (seperti kultur organisasi), dan lingkungan luas (seperti pertumbuhan ekonomi negara).

1. Syarat Penelitian

Lalu, apa saja syarat-syarat penelitian? Berikut Quipper Blog jabarkan, ya.
  • Sistematis: Dilaksanakan menurut pola tertentu dari yang paling sederhana hingga kompleks.
  • Terencana: Dilaksanakan secara sengaja dan langkah-langkah yang sudah dipikirkan sebelumnya.
  • Mengikuti prosedur ilmiah: Dilakukan menurut cara-cara yang sudah ditentukan yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan.

2. Cara Berpikir Seorang Peneliti

Jika mau jadi peneliti, tentulah kamu sudah harus memiliki cara berpikir layaknya peneliti. Seperti apa?
  • Skeptis: Tidak mudah percaya pada pernyataan yang tak ada bukti fakta dan data yang jelas.
  • Analitis: Menganalisis tiap pernyataan atau persoalan yang dihadapi.
  • Kritis: Berpikir secara objektif berdasarkan fakta dan data yang dicerna dengan akal sehat.
  • Jujur: Tidak memasukkan keinginannya sendiri ke dalam data.
  • Terbuka: Bersedia memberikan bukti penelitian dan siap menerima pendapat pihak lain tentang hasil penelitiannya.

3. Jenis Penalaran dalam Penelitian

Nah, setelah tahu cara berpikir, kamu juga harus tahu jenis-jenis penalaran dalam penelitian. Apa saja?
  • Deduksi: Proses penalaran dari hal yang bersifat umum ke hal yang lebih khusus.
  • Induksi: Kesimpulan ditarik dari satu atau lebih fakta, bersifat dari hal khusus ke umum.
  • Gabungan induksi dan deduksi: Kesimpulan dari penalaran induksi bisa dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan berikutnya dengan menggunakan metode deduksi.

4. Prosedur Penelitian

Tentu saja penelitian memiliki prosedur ya, Quipperian. Adapun prosedur atau langkah-langkahnya ialah sebagai berikut:
  • Penelitian diharapkan pada suatu kebutuhan atau masalah tertentu.
  • Merumuskan masalah hingga batasan, kedudukan, dan alternatif cara pemecahan masalah jadi jelas.
  • Menetapkan hipotesis sebagai titik tolak dalam mengadakan tindakan untuk menentukan alternatif pemecahan masalah yang dipilih.
  • Mengumpulkan data untuk menguji hipotesis.
  • Mengambil kesimpulan berdasarkan hasil pengolahan data dan dikembalikan pada hipotesis yang sudah dirumuskan.
  • Menentukan kemungkinan untuk mengadakan generalisasi dari kesimpulan tersebut serta implikasinya di masa depan.

B. Jenis-jenis Penelitian

Nah, selanjutnya Quipper Blog mau menjelaskan jenis-jenis penelitian. Ada 5 jenisnya, yakni berdasarkan tujuannya, metodenya, taraf pemberian informasinya, data yang dikumpulkan, dan tempat pelaksanaannya. Yuk, kita bahas satu per satu!

1. Berdasarkan Tujuannya

  1. Penelitian dasar: Mengumpulkan informasi guna menyusun konsep dan hubungan, serta teori untuk menemukan prinsip-prinsip umum mengenai suatu topik yang nyata dalam masyarakat.
  2. Penelitian terapan: Berusaha menetapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori dalam memecahkan suatu persoalan dalam kehidupan sehari-hari. 

2. Berdasarkan Metodenya

  1. Penelitian historis: Fokus kajian adalah peristiwa yang telah terjadi di masa lampau.
  2. Penelitian survei: Seorang peneliti berusaha untuk memperoleh informasi dari berbagai kelompok atau orang dengan cara menyebar kuesioner.
  3. Penelitian eksperimen: Penelitian dilakukan dengan membagi subjek penelitian menjadi dua kelompok untuk dibandingkan menggunakan teori yang berbeda untuk kemudian ditarik kesimpulan teori mana yang paling berpengaruh.
  4. Penelitian observasi: Memperoleh berbagai data konkret secara langsung di lapangan. 

3. Berdasarkan Taraf Pemberian Informasi

  1. Penelitian eksploratif. Penelitian ini menggali suatu gejala yang masih baru.
  2. Penelitian deskriptif. Penelitian ini memberikan gambaran yang lebih detail tentang suatu gejala atau fenomena.
  3. Penelitian eksplanasi. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan penjelasan tentang mengapa suatu kejadian atau gejala bisa terjadi.

4. Berdasarkan Data yang Dikumpulkan

  1. Penelitian kuantitatif
  2. Penelitian kualitatif

5. Berdasarkan Tempat Pelaksanaannya

  1. Penelitian laboratorium
  2. Penelitian lapangan
  3. Penelitian perpustakaan

C. Pendekatan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Quipperian, berikut ini cara-cara pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Supaya memudahkan kamu untuk melihat perbedaannya, Quipper Blog sajikan dalam bentuk tabel, ya.
Aspek
Kuantitatif
Kualitatif
Masalah yang diteliti
Menekankan beberapa variabel
Menekankan banyak aspek dari satu variabel
Tujuan
Menguji teori dan menegakkan fakta-fakta
Mengembangkan kepekaan konsep dan penggambaran realitas yang tidak tunggal
Objek yang diteliti
Perilaku manusia dan fenomena alam
Perilaku manusia, proses kerja
Sampel
Besar. Memiliki kelompok kontrol yang dipilih secara random dengan pertimbangan strata yang ada
Kecil. Tidak representatif dengan tujuan tertentu
Metode pengumpulan data
Angket, wawancara, observasi, check list
Lebih menekankan pada observasi dan wawancara
Bentuk data
Berupa angket atau data kuantitatif yang diangkakan
Kata-kata, kalimat, gambar, perilaku, replika, manuskrip
Sifatnya 
Deskriptif, komparatif, asosiatif
Deskriptif
Adapun penelitian kuantitatif sendiri punya jenis-jenisnya, lho. Berikut ini jenis penelitian kuantitatif yang harus kamu ketahui:
  1. Deskripsi kuantitatif: Penelitian yang memberikan gambaran mengenai suatu permasalahan sosial dengan menganalisis menggunakan metode statistika.
  2. Survei: Penelitian yang bertujuan memperoleh informasi mengenai sikap,nilai, dan pendapat dengan mengambil sampel populasi melalui kuesioner.
  3. Eksploratif: Penelitian yang bertujuan mengenali variabel tertentu dari suatu fenomena sosial yang ingin diketahui maknanya.
  4. Korelasional: Penelitian yang bertujuan menyelidiki sejauh mana dampak variasi-variasi suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi lain dalam satu faktor atau lebih.
  5. Eksperimen: Penelitian yang bertujuan mengetahui suatu akibat dari pemberian perlakukan yang dilakukan peneliti terhadap objek penelitian.
  6. Eksplanatif: Penelitian yang bertujuan  menjelaskan variabel-variabel yang memiliki kecenderungan tertentu sebagai akibat adanya variabel bebas.
  7. Komparatif: Penelitian yang berupaya membandingkan dua gejala atau lebih. Misalnya, variabel yang untuk sampel berbeda atau variabel berbeda untuk sampel yang sama.

D. Subjek Penelitian

Lanjut lagi ya, Quipperian, setelah membahas pendekatan penelitian, sekarang kita cari tahu apa itu subjek penelitian. Subjek penelitian merujuk pada responden atau informan yang mau dimintai informasi atau digali datanya. Apa saja subjek penelitian?


  1. Populasi: Diambil atau didata semua responden atau informan terkait penelitian tersebut.
  2. Sampel: Penggunaan sampel dalam penelitian diperbolehkan selama sampel tersebut dapat mewakili populasinya dengan baik dan selama teknik pengambilan sampel dilakukan dengan benar. 



E. Manfaat Hasil Penelitian

Nah, kalau sudah melakukan penelitian, tentu penelitian ini haruslah bermanfaat, ya. Jangan sampai kamu meneliti sesuatu yang sia-sia. Manfaat hasil penelitian pun ada banyak dan berbeda untuk tiap kelompok. Apa saja, sih?

1. Bagi Peneliti

  1. Mampu mengembangkan ilmu dan keterampilan yang dimiliki seorang peneliti.
  2. Mempertanggung jawabkan hasil penelitian baik kepada pribadi maupun orang lain.
  3. Meningkatkan jenjang karir.
  4. Menjadi referensi penelitian relevan bagi ilmuwan lainnya.

2. Bagi Peserta Didik

  1. Meningkatkan kepekaan sosial.
  2. Mengembangkan kreativitas.
  3. Melatih kemampuan menganalisis.
  4. Melatih kemampuan diskusi hasil penelitian.
  5. Melatih kemampuan memecahkan masalah sosial di lingkungan.

3. Bagi Masyarakat

  1. Memberi masukan dan strategi pemecahan masalah.
  2. Memberikan informasi terpercaya, objektif, dan up to date.

4. Bagi Pemerintah

  1. Memberikan pertimbangan dalam  mengambil kebijakan.
  2. Memberikan solusi dalam memecahkan masalah sosial.
  3. Memperoleh masukan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program pemerintah.

5. Bagi Ilmu Pengetahuan

  1. Menambah khazanah ilmu pengetahuan.
  2. Menambah referensi penelitian bagi peneliti lainnya.

Manfaat Mengomunikasikan Hasil Penelitian

Wah, ternyata ada banyak banget ya manfaat hasil penelitian itu, Quipperian. Lalu, kalau sudah diteliti pun, ternyata hasil penelitian harus dikomunikasikan juga, lho. Memangnya apa sih manfaat mengomunikasikan hasil penelitian?
  1. Memperoleh tanggapan dan masukan dari pihak lain.
  2. Peneliti dapat memperbaiki dan menyempurnakan hasil penelitian.
  3. Menumbuhkan sikap kritis.
  4. Menjadi media dalam mengembangkan gagasan.
  5. Meningkatkan kemampuan komunikasi publik.

F. Contoh Soal Penelitian Sosial

Quipperian, mau lebih afdol lagi belajar tentang penelitian sosial-nya? Kalau gitu, coba kerjakan contoh soal di bawah ini, ya!

Nomor 1

Setelah kenaikan harga BBM, kehidupan nelayan terpuruk. Kegiatan melaut menjadi berkurang karena nelayan tidak mampu membeli BBM. Hasil tangkapan pun tidak mencukupi untuk menafkahi keluarga. Jika dilakukan penelitian, rumusan masalah yang tepat adalah…
  1. Mengapa kehidupan nelayan tergantung pada harga BBM?
  2. Bagaimana dampak kenaikan BBM terhadap kehidupan masyarakat nelayan?
  3. Benarkah kehidupan nelayan dipengaruhi oleh tingginya harga BBM?
  4. Bagaimana upaya nelayan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari?
  5. Seberapa besar kenaikan harga BBM berpengaruh terhadap hasil tangkapan
                              "selamat mengerjakan "