Selasa, 19 November 2019

PERENCANAAN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

pertemuan ke 3
kelas 12 IPS 1
Mater


                                PERENCANAAN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat seringkali melibatkan perencanaan, pengkoordinasian dan pengembangan berbagai aktivitas pembuatan program atau proyek kemasyarakatan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup atau kesejahteraan sosial (social well-being) masyarakat. Sebagai suatu kegiatan kolektif, pemberdayaan masyarakat melibatkan beberapa actor, seperti pekerja sosial, masyarakat setempat, lembaga donor serta instansi terkait, yang saling bekerjasama mulai dari perancangan, pelaksanaan, sampai evaluasi terhadap program atau proyek tersebut. membangun masyarakat dan memberdayakan raktyat dapat dilakukan melalui penetapan sebuah program atau proyek pembangunan yang perumusannya dilakukan melalui perancangan program. Hakekat perencanaan sosial adalah tiga tema yang akan dibahas dalam bahan ajar berikut.

A. Deskripsi Singkat Mata Kuliah
Mata kuliah ini memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk memahami tentang strategi dan teknik pemberdayaan masyarakat

B. Kegunaan/Manfaat Mata Kuliah
Dengan adanya mata kuliah Strategi dan Teknik Pemberdayaan Masyarakat diharapkan mahasiswa menjadi lebih kompeten dan lebih profesional dalam : mengetahui prencanaan program pemberdayaan masayrakat 

C. Standar Kompetensi Mata Kuliah
Standar kompetensi mata kuliah Strategi dan Teknik Pemberdayaan Masyarakat adalah mahasiswa mampu memahami tentang pemberdayaan masyarakat meliputi : hakikat perencanaan, dan model perencanaan program pemberdayaan masyrakat 

D. Susunan Urutan Bahan Ajar
  1. Hakikat perencanaan pemberdayaan masyarakat
  2. Model perencanaan program pemberdayaan masyarakat 
E. Petunjuk Bagi Mahasiswa 
Mahasiwa dapat mempelajari bahan ajar (modul) ini dan membaca referensi yang direkomendasikan sebagai buku acuan yang sudah ada.

A. Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar 
Indikator 
  1. Memahami perencanaan pemberdayaan masyarakat
  2. Menjelaskan hakikat perencanaan pemberdayaan masarakat 
  3. Menjelaskan tentang model perencanaan program pemberdayaan masyarakat
B. Diskripsi Singkat
Mata kuliah ini memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk memahami tentang startegi dan teknik pemberdayaan masyarakat meliputi; hakikat perencanaan pemberdayaan masyarakat dan model perencanaan program pemberdayaan masayrakat 

C. Materi 
1. Hakekat Perencanaan 
Ketika menjadi analisisi kebijakan internasional di Central European Univesity , Hongaria dari tahun 2003 sampai dengan 2004, penulis bertemu dengan Nicholas White, direktur Crisis Group International , sebuah NGO yang berpusat dibelgia. Dalam sebuah pertemuan ilmiah di jantung Budapest, dia menyatakan; ‘if we fail to plan, we plan to fail’. Nicholas benar. Jika kita gagal merencanakan, kita merencanakan kegagagaln. Perencanaan adalah sebuah proses yang penting dan menentukan keberhasilan suatu tindakan. Perencanaan pada hakekatnya merupakan usaha secara sadar, terorganisir dan terus menerus dilakukan guna memilih alternative yang terbaik dari sejumlah alternative yang ada untuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaan juga dapat di artikan sebagai kegiatan imiah yang melibatkan pengolahan fakta dan situasi sebagai mana adanya yang ditunjukkan untuk mencari jalan keluar dan memecahkan maslah. Perencanaan sosial mula pertama digunakan dinegara-negara maju seperti di Eropa Barat dan Amerika utara. Menurut pengertian yang diberikan oleh PBB, perencanaan sosial meliputi;
  1. Perencana sosial sebagai perencana sector-sektor sosial, seperti sector kesejahteraan sosial, pendidikan, kesehatan, perumahan, kependudukan, dan keluarga berencana.
  2. Perencanaan sosial sebagai perencanaan lintas seltoral. Pengertian ini lebih menyeluruh dalam arti perencanaan yang lebih dari sekedar perencanaan ekonomi saja.
  3. Perencanaan sosial sebagai perencana pada aspek-aspek sosial dari perencanaan ekonomi. Dalam pengertian ini, perencanaan sosial memiliki dua dimensi. Pertama, perencanaan sosial dipandang sebagai perencanaan input sosial sebagai perencanaan ekonomi. Kedua, untuk menghindari atau mencegah berbagai akibat sosial yang tidak diharapkan dari adanya pembangunan ekonomi, sperti keretakan keluarga, kenakalan remaja, polusi, pelacuran, dan sebagainya.
Perencanaan sosial memiliki kaitan yang erat dengan perencanaan pelayan kesejahteraan sosial. Dengan demikian, meskipun perencanaan sosial masih seringa diartikan secara luas (menyangkut pendidikan, kesehatan,perumahan) perencanaan sosial pada hakekatnya menunjuk pada perencanan mengenai program pelayanan kesejahteraan sosial (Conyers, 1992) mengacu pada pengertian yang dirumuskan PBB pada tahun 1970, rangkaian kegiatn terorganisir ditujuakn untuk memungkinkan individu, kelompok serta masyarakat dapat memperbaiki keadaan mereka sendiri, menyesuaikan dengan kondisi yang ada, serta dapat berpartisipasi dalam tugas-tugas pembangunan.

Dengan dikian, perencanaan program pelayanan sosial pada dasarnaya menunjuk pada kegiatan-kegiatan pelayanann kesejahteraan sosial yang umumnya mencakup; bimingan keluarga, pendidikan orangtua, perawatan sehari-hari, kesejahteraan anak, perawatan manusia lanjut usia, rehabilitasi penyandang cacat dan narapidana, pelayanan bagi pengungsi, kegiatan kelompok remaja, pelayanan kesehatan, kegiatan persekolahan, dan perumahan (Marjuki dan Suharto, 1996).

2. MODEL PERENCANAAN
Prinsip-prinsip dalam perencanaan program sangat tergantung pada manunisi dan tujuan dari perencanaan sosial itu sendiri. Asumsi dan tujuan perencanaan sosial tidak ada yanbg seragam, melainkan tergantung pada model perencanaan yang dipillih. Oleh karena itu untuk memahami prinsip-prinsi dalam perencanaan sosial dapat dilakukan melalui penelaahan terhadap model-model perencanaan sosial. Sedikitnya ada empat model perencanaan sosial yang memuat prinsip-prinsip perencanaan secara trersendiri (Gilbert dan Specht, 1997).

A. Model Rasional Komprehensif
Model perencanaan ini merupakan model yang poaling terkenal dan luas diterima oleh pembuat keputusan. Prinsip utama dalam model ini adalah bahwa perencanaan merupakan suau proses yang teratur dan logis sejak dari diagnosisi masalah hinga sampai pada pelaksanaan kegiatan atau penerapan program. Model ini sangat menekan pada aspek teknis metododlogis yang didasarkan atas fakta-fakta, teori dan nilai-nilai tertentu yang relevan. Dalam model ini masalah yang ditemukan harus didiagnosisi, ditentukan pemecahannya melalui perancangan program yang komprehensif, kemudian diuji efektivitasnya sehingga diperoleh cara pemecahan maslah dan pencapaian tujuan yan baik.

Namun demikian, beberapa ahli menunjukkan beberapa kelemahan yang melekat pada model ini (winarno, 2002):
  1. karena masalh yang disusulkan oleh model ini bersifat komprehensif, luas dan mencakup berbagai sector pembangunan, program yang diusulkan oleh para pembuat keputusan seringkali tidak mampu merespon masalah yang spesifik dan konkrit.
  2. Teori rasional yang komprehensif seringkali tidak realistis karena informasi mengenai masalah-masalah yang dikaji dan altenatif-alternatif yang di ajukan seringkali menghadapi hambatan, misalnya dalam waktu dan biaya.
  3. Para pembuat keputusan biasanya berhadapan dengan situasi konflik antar berbagai kelompok kepentingan.
B. Model Inkramental 
Kekurangan yan ada pada mmodel raisonal komprehensif melahirkan model inkramental atau model penambahan (incremental) . pronsi utama model ini mensyaratkan bahwa perubahan-perubahan yang diharapkan perecanaan tidak bersifat radikal, melainkan hanya perubahan-perubahan kecil saja atau penambahan-penambahan pada aspek-aspek program yang sudah ada. Prinsip ini berbeda dengan model pertama yang menekankan perubahan-perubahan fundamental. Model ini menyaranakan bahwa perencanaan tidak perlu menentukan tujuan-tujuan dan kemudian menetapkan kebijakan-kebijakan untuk mencapainya. 

Yang diperlukan adalah menentiikan pilihan terhadap kebijakan A dan B yang sama-sama akan menghasilkan a, b, dan c dalam ukuran yang sma. Namun demikian A dapat menghasilkan d yang lebih besar daripada atau lebih banyak daripada B,. sedangkan B menghasilkan e yang lebih besar daripada A. maka untuk memilih kebijakan A dan B caranya adalah dengan membnadingkan perbedaan antara d dan e saja, serta menentukan yang mana yang harus dikorbankan. 

C. Model Pengamatan Terpadu
Model pengamatan trpadu atau oenyelidikan campuran, dikembangkan oleh amitai etzioni melalui karyanya Mixced scaning; A thord approach to decusion making ynag dimuat dalam jurnal Administration Review, XXVII pada Desember 1967. Model ini merupakan jalan tengah dari model pertama dan kedua yang memadukan unsure-unsur yang terdapat pada kedua pendekaan diatas, yakni mengenai keputusan fundamental dan incremental. Keputusan yang fundamental dilakukan dengan menjajaki alernatif-alternatif utama dihubungkan dengan tujuan. Tetapi tidak seperrti pendekatan rasional, hal-hal yang detail dan spesifikasi diabaikan dengan pandangan yang menyeluruh dapat diperoleh. Sementara itu, keputusan-keputusan yang bersifat tambahan atau inkrimental dibuat didalam konteks yang ditentukan oleh keputusan-keputusan fundamental. Dengan demikian, masing-masing unsure dapat mengurangi kekurangan-kekurangan yang terdapat pada unsure lainnya

D. Model Transaksi
Prinsip utama model ini menekankan bahwa perencanaan melibatkan proses interaksi dan komunikasi antara perencana dan para penerima pelayanan. Oleh karena itu, model ini menyarankan bahwa perencanaan harus dapat menutup jurang komunikasi antara perencana dan penerima pelayanan yang membutuhkan perencanaan program. Caranya dapat dilakukan dengan mengadakan transaksi yang bersifat pribadi, baik lisan maupun tulisan secara menerus diantara mereka yang terlibat 

SOAL DAN JAWABAN PEMBERDAYAAN KOMUNITAS BERBASIS KEARIFAN LOKAL.


1.      Berikut ini yang tidak termasuk prisip dasar dari konsep pemberdayaan komunitas adalah ...
A.   Pemberdayaan komunitas selalu melibatkan partisipasi masyarakat baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan yang dilakukan
B.   Dalam melaksanakan program pemberdayaan komunitas, kegiatan pelatihan merupakan unsur yang tidak bisa dipisahkan dari usaha pembangunan fisik
C.    Usaha pemberdayaan harus dapat memaksimalkan sumber daya, khususnya dalam hal pembiyaan baik yang berasal dari pemerintah, swasta maupun sumber-sumber lainnya
D.   Kegiatan pemberdayaan masyarakat harus dapat berfungsi sebagai penghubung antara kepentingan pemerintah yang bersifat makro dengan kepentingan masyarakat yang bersifat mikro
E.    Pemberdayaan komunitas tidak memrlukan break-event dalam setiap kegiatan yang dikelolanya.
2.      Upaya untuk meningkatkan kemampuan suatu komunitas sesuai dengan harkat dan martabat mereka dalam melaksanakan hak-hak dan tanggung jawabnya selaku anggota masyarakat dikenal dengan istilah ....
A.      Pemberdayaan kelompok
B.     Pemberdayaan komunitas
C.      Pemberdayaan organisasi
D.     Pemberdayaan desa
E.      Pemberdayaan keluarga
3.      Tahapan yang memiliki penekanan pada faktor indentifikasi masalah dan sumber daya yang ada dalam sebuah wilayah yang akan menjadi basis pemberdayaan serta pelaksanaan program disebut tahapan ....
A.      Evaluasi
B.      Terminasi
C.      Implementasi
D.     Egagemen
E.      Assessment
4.      Tahapan yang memiliki substansi sebagai proses pengawasan dari warga dan petugas terhadap program pemberdayaan masyarakat yang sedang berjalan dengan melibatkan warga merupakan tahapan ....
A.      Sosialisasi
B.     Evaluasi
C.      Rekonsiderasi
D.     Konsentrasi
E.      Interaksi
5.      Tahapan pelaksanaan program pemberdayaan komunitas yang benar adalah ....
A.      Pengkajian, persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan terminasi
B.      Persiapan, pelaksanaan, pengkajian, evaluasi, dan terminasi
C.      Persiapan, evaluasi, pelaksanaan, pengkajian, dan terminasi
D.     Persiapan, pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan terminasi
E.      Persiapan, pengkajian, evaluasi, pelaksanaan, dan terminasi
6.      Tahapan dalam pelaksanaan program pemberdayaan komunitas yang disebut sebagai tahap pemutus hubungan antara petugas dengan para masyarakat yang menjadi basis program pemberdayaan dikenal dengan istilah ....
A.      Egosentris
B.     Terminasi
C.      Implementasi
D.     Designing
E.      Individualistis
7.      Tahapan dalam pelaksanaan pemberdayaan komunitas yang merupakan prasyarat sukses atau tidaknya sebuah program pemberdayaan berlangsung disebut ....
A.      Evaluasi
B.      Terminasi
C.      Implementasi
D.     Engagement
E.      Assessment
8.      Tahapan dalam pelaksanaan pemberdayaan komunitas yang berisi tindakan aktualisasi bersinergi antara masyarakat dengan pelaku pemberdayaan disebut .....
A.      Evaluasi
B.      Terminasi
C.      Implementasi
D.     Designing
E.      Assessment
9.      Suatu proses pemilihan dan menghubung-hubungkan fakta serta menggunakannya untuk menyusun asumsi-asumsi ‘yang diduga akan terjadi di masa mendatang, untuk kemudian merumuskan kegiatan-kegiatan yang diusulkan demi tercapainya tujuan-tujuan yang diharapkan disebut ....
A.      Simulasi
B.      Organising
C.      Evaluasi
D.     Pemberdayaan
E.      Perencanaan
10.  Strategi pendekatan dalam pemberdayaan komunitas yang dapat kita gunakan antara lain ....
A.      Pendekatan kesejahteraan, pembangunan, dan pemberdayaan
B.      Pendekatan suku, agama, dan ideologi
C.      Rasa senasib dan sepenanggungan
D.     Pertumbuhan, pertumbuhan dari pemerataan, tata ekonomi ketergantungan, kebutuhan pokok dan kemandirian
E.      Pendekatan etnis, sosial budaya dan hukum
11.  Program pemberdayaan komunitas yang telah dirumuskan sebelum dilaksanakan, terlebih dahulu harus memperoleh ....
A.     Pengesahan
B.      Terminasi
C.      Implementasi
D.     Evaluasi
E.      Persetujuan
12.  Penyebab utama program pemberdayaan komunitas gagaldijalankan adalah ....
A.      Implementasi perencanaan dilapangan sesuai prosedur
B.      Partisipasi masyarakat dalam perencanaan tersebut terlalu dilibatkan
C.      Perencanaan tidak matang
D.     Tersedianya acuan tertulis yang dapat digunakan oleh masyarakat
E.      Melibatkan tokoh masyarakat
13.  Salah satu hal yang perlu dilakukan dalam program pemberdayaan masyarakat agar berjalan efektif adalah ....
A.      Mengenal masyarakat yang bersangkutan lebih dalam lagi
B.      Kecukupan modal dan tenaga
C.      Berada dalam satu wilayah
D.     Harus sejalan dengan kebijakan pemerintah atau pengusaha
E.      Melakukan investigasi terlebih dahulu terhadap faktor-faktor yang menjadi akar permasalahan sosial
14.  Beikut ini pernyataan yang tidak benar mengenai kearifan lokal adalah ....
A.     Kearifan lokal merupkan hasil kajian masyarakat
B.      Kearifan lokal digunakan oleh masyarakat untuk bertahan hidup dan menyatu dalam sistem kepercayaan, norma dan budaya
C.      Kearifan lokal merupakan modal sosial vital bagi perkembangan pemberdayaan ekonomi masyarakat
D.     Kearifan lokal menjelma dalam ucapan maupun praktis kehidupan
E.      Kearifan lokal (lokal wisdom) merupakan pandangan hidup dan pengetahuan lokal yang tercipta dari hasil adaptasi suatu komunitas
15.  Komunitas adalah ....
A.     Dapat kita artikan sebagai sekelompok orang yang hidup bersama dan dapat diikat kesamaan kepentingan (common interes)
B.      Adanya interaksi yang intensif diantara anggotanya
C.      Proses, cara, perbuatan, membuat berdayayaitu kemampuan melakukan sesuatu atau kemampuan bertindak yang berupa akal, ikhtiar dan upaya
D.     Hubungan sosial terkait dengan kesamaan tujuan adalah pemenuhan kebutuhan utama individu dan anggota pembentuk kelompok masyarakat
E.      Kesatuan terkecil dari masyarakat

Senin, 18 November 2019

Gemeinschaft menurut Tonnies

pertemuan ke 4
kelas 10 IPS 3
Materi                                         Ciri gemeinschaft menurut tonnies :


     §  intimate : yaitu hubungan menyeluruh yang mesra.
     §  private : yaitu hubungan yang bersifat pribadi khusus untuk beberapa orang saja.
     §  exclusive : yaitu bahwa hubungan yang terjadi hanya untuk “kita” saja dan tidak                 untuk orang-orang diluar “kita”.
                                                 Tiga tipe gemeinschaft menurut tonnies :
§  Gemeinschaft by blood : ikatan yang berdasarkan pada keturunan darah, contoh keluarga.
§ Gemeinschaft of place : ikatan yang berdasarkan kedekatan tempat tinggal, conttetangga.
§  Gemeinschaft of mind   : ikatan yang mendasarkan diri pada jiwa dan pikiran yang sama
                                        Formal group & informal group

Formal group merupakan kelompok-kelompok yang mempunyai peraturan-peraturan tegas yang sengaja diciptakan untuk mengatur hubungan diantara anggotanya. Formal group bisa dikatakan sebagai association diamana anggotanya mempunyai kedudukan yang disertai dengan pembagian tugas & wewenang. Kriteria rumusan formal grup adalah merupakan keberadaan tata cara untuk memobilisasikan dan mengkoordinasikan usaha-usaha yang ditujukan untuk mencapai tujuan berdasarkan bagian-bagian organisasi yang bersifat spesialisasi. Artinya formal grup adalah suatu kelompok yang memiliki peraturan-peraturan yang tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh angota-anggotanya untuk mengatur hubungan antara angota-anggotanya. Contohnya adalah himpunan mahasiswa dll.
Informal grup adalah suatu kelompok yang terjadi karena kesamaan yang sifatnya tidak mengikat anggotanya serta tidak memiliki struktur dan organisasi yang pasti. Informal group terbentuk biasanya oleh intensitas pertemuan yang sering antara orang-orang yang mempertahankan kepentingan dan pengalaman bersama. Contoh klik (clique).

                                 .      Kelompok-kelompok sosial yang tidak teratur.

Kerumunan,
Kerumunan adalah suatu kelompok manusia yang bersifat sementara, tidak terorganisir dan tidak mempunyai seorang pimpinan serta tidak mempunyai sistem pembagian kerja. Ciri-ciri kerumunan:
1.       Interaksinya bersifat spontan.
2.      Orang-orang yang berkumpul mempunyai kedudukan yang sama.
3.      Contohnya adalah kerumunan orang di stasiun, pasar dan lain-lain.

                               Ada beberapa macam kerumunan:
1.       Kerumunan formal yaitu kerumunan yang memiliki pusat perhatian dan tujuan, biasanya bersifat pasif. Contohnya yang menonton film di bioskop, orang yang menghadiri pengajian dan lain-lain.
2.      Kerumunan ekspresif contohnya kerumunan orang yang menghadiri pesta.
3.      Kerumunan sementara, bersifat kurang menyenangkan contohnya pengantri karcis.
4.      Kerumunan orang panik (panic crowds).
5.      Kerumunan penonton (spectator crowds).
6.      Kerumunan yang berlawanan dengan hukum (lawless crowds).

– acting mobs, kumpulan orang yang bertindak emosional dalam demonstrasi atau unjuk rasa.
– immoral mobs, kumpulan orang yang mabuk-mabukan.
Publik
Publik adalah merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan. Interaksi yang terjadi berlangsung melalui alat-alat komunikasi pendukung, seperti pembicaraan berantai secara individual, media massa maupun kelompok. Setiap aksi publik dipengaruhi oleh keinginan individu, jadi tingkah laku pribadi dari publik pun didasari oleh tingkah laku individu atau prilaku individu.
      Masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community).
Masyarakat pedesaan
Dalam masyarakat pedesaan hubungan yang terjadi antara anggota masyarakat terjalin dengan erat, mendalam dengan sistem kehidupan berkelompok. Pekerjaan inti masyarakat pedesaan terkonsentrasi pada satu sektor yaitu pertanian. Masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community).
            Ciri-ciri masyarakat pedesaan dan perkotaan menurut soekanto (1982:149).
§  hubungan yang erat diantara masyarakatnya.
§  biasanya kehidupannya masih sederhana dan memilii pekerjaan yang sama.
   Masyarakat perkotaan.
Masyarakat perkotaan pekerjaannya beraneka macam dan tidak terkonsentrasi kepada satu aspek pekerjaan. Pada masyarakat perkotaan sifat-sifat dan ciri-ciri kehidupan yang berbeda dengan masyarakat pedesaan, antara lain perbedaan dalam menilai keperluan hidup. Soerjono soekanto (1982:149) mengemukakan beberapa ciri lain yang membedakan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan, yaitu :

1.       Kehidupan keagamaan.
Masyarakat pedesaan mengarah kepada kehidupan yang agamis, sedangkan masyarakat perkotaan mengarah kepada kehidupan duniawi. Hal ini dilandasi oleh cara berfikir yang berbeda.
2.      Kemandirian
Hal terpenting bagi masyarakat perkotaan adalah individu sebagai perseorangan yang memiliki peran serta status dalam masyarakatnya. Pada masyarakat pedesaan individu tidak berani menunjukkan eksistensinya dan kurang berani untuk menghadapi orang lain dengan latar belakang yang berbeda.
3.      Pembagian kerja
Pada masyarakat perkotaan pembagian kerja lebih tegas dan jelas, sehingga mempunyai batas-batas yang nyata. Pada masyarakat pedesan adalah kebalikannya.
4.      Peluang memperoleh pekerjaan
Dengan adanya sistem pembagian kerja yang tegas maka kemungkinan untuk memperoleh pekerjaan lebih banyak pada masyarakat perkotaan dibandingkan dengan masyarakat pedesaan. Hal ini juga dilihat dari faktor tingkat pendidikan.
5.      Jalan pikiran
Pola pikir rasional pada masyarakat perkotaan memungkinkan terjadinya interaksi berlandaskan kepentingan bukan faktor pribadi.
6.      Jalan kehidupan
Jalan kehidupan yang cepat (roda kehidupan yang cepat) bagi warga kota menempatkan dihargainya/pentingnya faktor waktu dalam mengejar kehidupan individu.
7.      Perubahan sosial
Pada masyarakat kota kemungkinan perubahan sosial lebih baerguna dibanding warga desa karena mereka lebih terbuka bagi adanya perubahan.
Pengertian Masyarakat
Masyarakat adalah “sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan”, selo soemardjan. Masyarakat menurut smith, stanley & shores adalah sebagai suatu kelompok individu-individu yang terorganisasi serta berpikir tentang diri mereka sendiri sebagai suatu kelompok yang berbeda. Pengertian ini mengandung 2 hal, yaitu “masyarakat itu kelompok yang terorganisasi” dan “masyarakat itu kelompok yang berpikir tentang dirinya sendiri. Talcott parson, masyarakat adalah “suatu sistem sosial, dimana semua funsi prasyarat yang bersumber dan dalam dirinya sendiri bertemu secara tetap”. Sistem sosial yang dimaksud adalah terdiri dari pluralitas prilaku-prilaku perseorangan yang berinteraksi satu sama lain dalam suatu lingkungan fisik.
Koentjaraningrat (1990 : 146), masyarakat adalah “kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus-menerus dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama”.
Ciri-ciri pokok dari masyarakat :
§  Manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas 2 orang.
§  Bercampur atau bergaul bergaul dalam waktu yang cukup lama. Berkumpulnya manusia akan menimbulkan manusia-manusia baru sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antar manusia.
§  Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
§  Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
§  Melakukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya.

                     Unsur-unsur terbentuknya suatu masyarakat
§  Terdapat sekumpulan orang.
§  Berdiam atau bermukim disuatu wilayah dalam waktu yang relatif sama atau waktu yang lebih lama.
§  Perekrutan seluruh atau sebagian anggotanya melalui reproduksi atau kelahiran.
§  Kesetiaan pada suatu sistem tindakan utama secara bersama-sama.
§  Adanya sistem tindakan utama yang bersifat swasembada.
§  Akibat hidup bersama dalam jangka waktu yang lama menghasilkan kebudayaan berupa sistem nilai,sistem ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
Unsur-unsur dalam sistem sosial sebagai berikut :
§  Kepercayaan dan pengetahuan. Unsur kepercayaan dan pengetahuan merupakan unsur yang paling penting dalam sosial, karena perilaku anggota dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka yakini dan apa yang mereka ketahui tentang kebenarannya, sistem religi, dan cara-cara penyembahan kepada sang pencipta alam semesta.
§  Perasaan adalah keadaan jiwa manusia yang berkenaan dengan situasi alam sekitarnya termasuk didalamnya sesama manusia. Perasaan terbentuk melalui hubungan yang menghasilkan situasi kejiwaan tertentu yang bila sampai tingkat tertentu harus dikuasai tidak terjadi ketegangan jiwa yang berlebihan.
§  Sebagai mahluk sosial, dalam setiap tindakannya manusia mempunyai tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Tujuan itu sendiri adalah suatu hasil akhir atas suatu tindakan & perilaku seseorang yang harus dicapai baik melalui perubahan-perubahan maupun dengan cara mempertahankan suatu keadaan yang sudah mantap.
§  Kedudukan (status) & peran (role). Kedudukan adalah posisi seseorang secata umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain dalam arti lingkungan pergaulan, prestasi, hak-hak, serta kewajibannya. Sedangkan peran (role) adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan kedudukannya. Kedudukan menentukan apa yang harus diperbuatnya bagi masyarakat dan tidak harus memiliki hierarki.
§  Kaidah atau norma. Norma adalah pedoman-pedoman tentang perilaku yang diharapkan atau pantas menurut kelompok atau masyarakat.
§  Tingkat atau Pangkat berkaitan dengan posisi atau kedudukan dan peanan seseorang dalam masyarakat.
§  Kekuasaan adalah setiap kemampuan untuk mempengaruhi pihak-pihak lainnya.
§  Sanksi adalah suatu bentuk imbalan/balasan yang diberikan terhadap seseorang atas perilakunya. Sanksi dapat berubah hadiah & daoat pula berupa hukuman. Sanksi dberikan atau ditetapkan oleh masyarakat untuk menjaga tingkah laku para masyarakat supaya sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
§  Fasilitas (sarana). Fasilitas adalah semua bentuk cara, jalan metode, benda-benda yang digunakan manusia untuk menciptakan tujuan sistem sosial itu sendiri.
Masyarakat secara garis besar menyangkut 3 aspek, yaitu :
§  Struktur sosial. Keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, seperti kaidah-kaidah sosial (norma sosial), lembaga sosial, kelompok sosial dan lapisan sosial (pranata sosial).
§  Proses sosial. Pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama.
§  Perubahan sosial. Perubahan dalam struktur sosial dan jalinan hubungan dalam masyarakat.
§  Masyarakat terbentuk karena adanya individu-individu, demikian pula dengan individu dapat mengaktualisasikan & bersosialisasi sebagai mahluk sosial.





Kamis, 14 November 2019

Perbedaan dan kesetaraan antar kelompok dalam kehidupan publik

Pertemuan ke  3
Kelas 11 IPS 1
Materi                Perbedaan dan kesetaraan antar  kelompok dalam  kehidupan publik


 Perbedaan Kesetaraan
Masyarakat indonesia adalah salah satu contoh masyarakat yang hidup dalam berbagai perbedaan di dalamnya. Perbedaan suku bangsa, bahasa, adat dan kebiasaaan sudah menjadi ciri khas bagi bangsa ini. Tetapi walaupun masyarakat indonesia berbeda beda tetapi mereka tetap bersatu seperti seperti semboyan yang dimiliki yaitu Bhineka Tunggal Ika. Berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia , ragam berarti macam atau jenis. Ada tiga macam yang mengambarkan masyarakat yang majemuk yaitu masyarakat Plural, masyarakat Heterogen, dan masyarakat multukultural.
Pluralitas yaitu, mengandaikan adanya hal-hal yang lebih dari satu ( many). Heterogen yaitu, menunjukkan bahwa keberadanya yang lebih dari satu berbeda-beda , bermacam-macam dan bahkan tidak dapat disamakan.multikultural, inti dari multikulturalisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama tanpa memperdulikan perbedaan budaya, etnik, gender, bahasa, ataupun agama. Multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan adanya perbedaan itu manusia adalah sama dan secara di ruang publik, menekankan pengakuan dan penghargaan pada perbedaan.
  1. Ketidaksamaan sosial yang terdapat di masyarakat dapat dikaji menjadi dua bagian yaitu:
  2. Ketidaksamaan sosial horizontal adalah perbedaan antarindividu atau kelompok yang tidak menunjukan adanya tingkatan lebih tinggi atau lebih rendah. Ketidaksamaan sosial horizontal disebut juga dengan differensiasi sosial.
  3. Ketidaksamaan sosial vertikal adalah perbedaan antar individu atau kelompok yang menunjukan adanya tingkatan lebih rendah atau lebih tinggi. Ketidaksamaan sosial vertical disebut juga dengan stratifikasi sosial.
Menurut nasikun dalam bukunya sistem sosial Indonesia (2006) menyatakan bahwa masyarakat majemuk merupakan suatu masyarakat yang menganut sistem nilai yang berbeda diantara berbagai kesatuan sosial yang menjadi anggotanya sehingga para anggota masyarakat tersebut kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat sebagai suatu keseluruhan, kurang memiliki homogenitas kebudayaan, atau bahkan kurang memilii dasar-dasar untuk memahami satu sama lain. Dengan cara lain yang lebih jelas, pierre L. Van den Berghe menyebutkan beberapa karakteristik dari sifat-sifat suatu masyarakat majemuk , yaitu sebagai berikut:
Terjadinya segmentasi ke dalam bentuk kelompok yang seringkali memiliki subkebudayaan yang berbeda satu dengan yang lain. Memiliki struktur sosial yang terbagi bagi ke dalam lembaga lembaga yang bersifat nonkomplementer. Secara relatif seringkali mengalami konflik diantara kelompok yang satu dengan yang lain.
Dalam menghadapi fenomena keberagaman pada masyarakat tersebut, maka sangatlah diperlukan adanya suatu penerapan konsep terkait dengan kesetaraan untuk menyetarakan perbedaan tersebut. Konsep kesetaraan disini adalah pandangan masyarakat yang menerangkan bahwa setiap manusia dilahirkan setara, meskipun dengan keragaman identitas yang disandang. Pada dasarnya setiap manusia memiliki hak-hak dasar yang sama antara satu individu dengan individu lainnya. Hak dasar ini disebut juga dengan hak asasi manusia. Dengan adanya pemahaman masyarakat mengenai hak-hak dasar yang dimiliki oleh setiap individu, maka diharapkan dapat menciptakan harmoni sosial dalam masyarakat.
Prinsip-prinsip kesataraan perlu diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Kemajemukan dalam masyarakat sangat rentan terhadap perpecahan jika prinsip kesetaraan tak diterapkan dalam masyarakat tersebut. Perlakuan diskriminatif terhadap kelompok tertentu merupakan salah satu bentuk tak diterakapkannya prinsip kesetaraan dalam suatu masyarakat.